Ketik disini

Kriminal

Jaksa Kumpulkan Data

Bagikan

MATARAM – Kejaksaan Tinggi NTB terus menyelidiki dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB di Dasan Cermen. Tim penyelidikan terus mengumpulkan bukti-bukti yang terkait dengan pembangunan RSUP NTB.

“Semua hal yang dibutuhkan yang terkait dengan dugaan korupsi pembangunan RSUP terus kita kejar.Termasuk untuk pengumpulan bukti,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB I Made Sutapa kepada Lombok Post di ruang kerjanya, kemarin (10/8).

Menurutnya, dalam kasus korupsi, diperlukan kehati-hatian. Langkah-langkah yang dilakukan harus cermat berdasarkan ketentuan hukum. Dirinya menegaskan, bukti-bukti nantinya akan memperkuat dugaan apakah dalam pembangunan RSUP terdapat indikasi tindak pidana korupsi atau tidak.

“Sekarang kami fokuskan terlebih dahulu untuk mengumpulkan dan pengkajian terkait data-data pembangunan RSUP,” bebernya.

Sementara itu, penyelidikan kasus ini sudah berlangsung sejak tahun lalu. Pembangunan rumah sakit ini sendiri sudah berlangsung sejak 2007. Bangunan RSUP NTB yang lebih dulu dibangun yakni gedung main hall dua lantai tahap I pada 2007 dengan pagu anggaran sebesar Rp 4,7 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi NTB.

Pada tahun yang sama, Kementerian Kesehatan memberi dukungan dana APBN sebesar Rp 20 miliar untuk pembangunan tahap I gedung instalasi rabat jalan (IRJ), instalasi rawat darurat (IRD) dan fasilitas umum dua lantai.

Pada 2008, dukungan APBD Provinsi NTB sebesar Rp 8,895 miliar untuk pembangunan gedung main hall tahap II, dan dukungan dana APBD NTB sebesar Rp 4,83 miliar untuk pembanguan tahap I gedung diagnostik center empat lantai. Selain itu juga ada dukungan dana APBD NTB sebesar Rp 1,273 miliar untuk pembangunan pagar keliling dan pengerasan jalan.

Adapun dukungan APBN 2008 untuk pembangunan tahap II gedung IRJ, IRD dan fasilitas umum dua lantai sebesar Rp 9,8 miliar. Pada 2009, APBD NTB kembali menggelontorkan dana untuk pembangunan tahap II gedung diagnostik center empat lantai sebesar Rp 7,253 miliar, dan pembangunan tahap III dianggarkan pada APBD NTB Perubahan di tahun 2010 sebesar Rp 11 miliar. Dalam 2010, Kementerian Kesehatan juga mengalokasikan APBN sebesar Rp 41 miliar untuk percepatan pembangunan rumah sakit representatif itu.

Selain itu, bagian tertentu dari pembangunan gedung dan infrastruktur RSUP NTB yang baru itu didanai dari sebagian dana pemberdayaan masyarakat atau corporate social responsibilty (CSR) PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). PT NNT berkomitmen memberi tambahan dana pemberdayaan masyarakat senilai 38 juta dolar AS atau setara dengan Rp 361 miliar kepada pemerintah daerah di NTB.

Dari total dana CSR sebesar 38 juta dolar AS itu, masing-masing sebanyak 40 persen diantaranya dijatahkan untuk Pemprov NTB (sekitar Rp 144 miliar) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan sisanya 20 persen untuk Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Dari total dana sebesar Rp144 miliar yang menjadi jatah Pemprov NTB di tahun anggaran 2010 itu, dialokasikan sebesar Rp15 miliar untuk RSUP NTB di Dasan Cermen itu.

Pada 2011, Pemprov NTB yang telah mendapat persetujuan dari DPRD NTB mengalokasikan APBD sebesar Rp 45 miliar untuk kelanjutan pembangunan RSUP NTB. Jika ditotalkan, dana yang teralokasi belum mencapai setengah dari total anggaran sekitar Rp 400 miliar yang dibutuhkan, sehingga upaya meminta dukungan pusat terus dilakukan sehingga disetujui dukungan APBN sebesar Rp 19,4 miliar. (cr-dit/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys