Ketik disini

Headline Kriminal

Kejati Tahan Pelaksana Proyek TPA KSB

Bagikan

MATARAM – Kejaksaan Tinggi NTB menahan IS, salah satu tersangka dalam kasus proyek pembangunan peningkatan TPA (Tempat Pembuangan Sampah). IS merupakan pelaksana proyek TPA yang dilaksanakan pada tahun 2013 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 6 jam, penyidik memutuskan untuk menahan tersangka,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB I Made Sutapa, kemarin (10/8).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi NTB, IS dicecar 20 pertanyaan. Penyidik mengajukan pertanyaan kepada IS, untuk memperoleh keterangan tentang peranannya dalam pelaksanaan kegiatan proyek TPA.

Menurut Sutapa, bahwa penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka IS dengan alasan bahwa tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri. Selain itu, untuk menghindari pengerusakan dan penghilangan barang bukti oleh tersangka.

“Kita lakukan penahanan ini untuk mempercepat penuntasan dari perkara TPA ini,” kata Sutapa.

Kasus ini bermula pada tahun 2013. Kantor Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman NTB mengadakan kegiatan peningkatan TPA Batu Putih, KSB. Untuk peningkatan TPA ini, dianggarkan RP 8,5 miliar lebih melalui APBN Kementerian Pekerjaan Umum.

Dalam proyek tersebut, dilakukan penandatanganan kontrak pekerjaan TPA antara HG selaku pejabat pembuat komitmen dengan DS selaku direktur PT Daya Hasta Multi Perkasa, yang merupakan pemenang lelang. Seusai penandatangan kontrak, DS mengalihkan seluruh pekerjaan TPA Batu Putih kepada tersangka IS.

Setelah dialihkan dan dikerjakan oleh IS, tersangka mengakui bahwa proyek tersebut telah selesai pengerjaannya. Maka dilakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan kepada IS. Namun, fakta di lapangan, melalui penghitungan fisik dari tim UNRAM, ditemukan kekurangan volume yang nilainya Rp 800 juta.

“Selain IS, HG dan DS, sudah kita tetapkan juga sebagai tersangka. Kemarin sudah kami panggil untuk menjalani pemeriksaan, tapi HG dan DS tidak hadir,” ungkap Sutapa.

Sutapa beralasan, ketidakhadiran HG selaku pejabat pembuat komitmen dalam memenuhi panggilan penyidik kejaksaan adalah karena yang bersangkutan sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Sedangkan untuk DS selaku direktur perusahaan pemenang lelang, tidak hadir tanpa memberitahukan keterangan apapun.

Kejaksaan Tinggi NTB sendiri, akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap kedua tersangka, HG dan DS.

“Minggu ini rencana akan kami panggil kembali kedua tersangka yang tidak hadir hari ini (kemarin),” pungkas Sutapa. (cr-dit/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *