Ketik disini

Tanjung

Merariq Kodeq Picu Kemiskinan

Bagikan

TANJUNG – Banyaknya kasus menikah di usia dini di Lombok Utara mendapat sorotan para pemerhati. Tidak kecuali Wakil Ketua Komisi IX Bidang Kesehatan DPR RI Ermalena. Ia menyebut, menikah di usia dini menjadi salah satu pemicu kemiskinan yang meningkat.

a�?Mereka yang menikah usia dini, lebih condong sulit mendapat pekerjaan yang bagus karena ijazah yang mereka gunakan lebih rendah jenjangnya,a�? ungkapnya saat mengikuti kegiatan sosialisasi upaya pendewasaan usia perkawinan yang berlangsung di SMAN 1 Tanjung, kemarin (10/8).

Dijelaskannya, di pulau Lombok dalam setiap tahun, pernikahan usia dini tidak bisa dihindari oleh kalangan pelajar. Setiap tahun dikatakannya selalu ditemukan dan terjadi signifikan angka. Sehingga hal tersebut tentu harus menjadi perhatian bersama.

Itu sebabnya, kepada para pelajar dia meningatkan agar mereka lebih mengedepankan masa depannya ketimbang kenikmatan yang sesaat bernama merariq kodeq.

a�?Pernikahan dini ini juga sangat berpeluang besar terjadi perceraian. Karena belum memasuki tahapan pendewasaaan dalam pribadi pasangan tersebut,a�? terangnya.

Lebih lanjut, Ermalena mengatakan, indeks pemangunan manusia (IPM) NTB saat ini berada posisi 33 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Hal ini ditengara politisi Partai Persatuan Pembangunan ini juga akibat beberapa kabupaten juga memiliki IPM yang tak menggembirakan. Termasuk Lombok Utara. Dan hal tersebut terjadi tidak lepas dari dampak menikah usia dini. a�?Angka melahirkan para ibu juga sangat tinggi,a�? katanya.

Sementara, Asisten I Setda Lombok Utara Kholidi Kholil mengatakan, generasi muda yang produktif, kreatif dan juga berdaya merupakan aset daerah dalam pembangunan mendatang. Itu sebabnya, generasi muda diharapkan terus berkiprah, dan tidak terhalang oleh langkah menikah dini usia.

a�?Memang kondisi di lapangan saat banyak siswa putus sekolah yang disebabkan terjadinya pernikahan dini yang tidak dipikirkan akan dampak dan akibatnya,a�? pungkasnya. (puj/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *