Ketik disini

Selong

Daerah Subur di Selong Mulai Mengering

Bagikan

SELONG – Kekeringan yang terjadi tahun ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Justru daerah yang dulunya dikenal subur, kini harus merasakan dampak musim kemarau ini.

a�?a��Benar-benar parah kekeringan kali ini,a�? kata M Takdir Ilahi, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim.

Itu dikatakannya lantaran Sembalun khususnya Desa Sajang dan sebagian Sikur wilayah timur sudah berteriak minta bantuan. Kedua kawasan itu tak pernah diperkirakan BPBD Lotim karena sebenarnya merupakan daerah yang surplus air.

a�?a��Ini tak masuk prediksi, benar-benar tak disangka,a�? jelasnya.

Padahal puncak dari kemarau diprediksi berlangsung akhir tahun mendatang. Dengan asumsi kekeringan berlangsung hingga akhir tahun, tak menutup kemungkinan daerah lain akan menyusul menjadi daerah terdampak.

Dalam kalkulasi awal yang dibentuk BPBD Lotim, Takdir menguraikan ada tujuh kecamatan rawan kekeringan yakni Jerowaru, Keruak, Sakra Timur, Sakra Barat, Terara, Suela, dan Sambelia. Di tujuh kecamatan itu tercatat ada 49.252 kepala keluarga.

a�?a��Sekarang sudah nambah dua kecamatan, berarti angkanya nambah lagi,a�? ujarnya.

Saat ini secara bergantian, dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter mengunjungi daerah-daerah pusat kekeringan. Selain itu, dalam waktu dekat dipastikan ada tambahan bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Sosial NTB untuk melakukan suplai. Sedang untuk pihak non pemerintah yang sudah memberikan bantuan baru dari Bank NTB Selong. Mereka menyediakan biaya operasional untuk 51 tangki yang disuplai ke masyarakat.

a�?a��Pihak lain belum ada, kami harap segera bergabung,a�? imbaunya.

Terpisah, di Sumur Tutu Jerowaru kini tampak aktifitas pengambilan air yang meningkat. Para pengusaha air yang memanfaatkan sumber air itu lebih intens melakukan pengambilan air untuk dijual ke masyarakat.

a�?a��Permintaan sudah meningkat hampir dua kali lipat,a�? kata Sulaiman, salah seorang penjual air dengan truk tangki.

Dia mengatakan menjual air dengan harga bervariasi tergantung jarak tempuh yang harus dilalui. Kisarannya dari Rp 150-230 ribu untuk setiap tangki kapasitas 4.000 liter. Kendati bantuan mulai disalurkan, permintaan warga tetap tinggi karena kebutuhan air yang tak terpenuhi dari suplai pemerintah.

a�?Mobil saya sehari bisa antar tiga sampai lima tempat berbeda,a�? jawabnya. (yuk/r14)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *