Ketik disini

Giri Menang

Dewan Lobar a�?Adilia�? Kepala Badan Aset Daerah

Bagikan

GIRI MENANG – DPRD Lobar memanggil Kepala Badan Aset Daerah (BAD) Lobar Mahnan.A�Badan ini diminta pertanggungjawaban terhadap 17 aset milik daerah di dua desa yang belum diketahui legalitasnya.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat utama dewan, Mahnan dicecar. Dewan menilai kinerja tim aset mandul.
Wakil Ketua DPRD Lobar HM Nursaid menegaskan, tim BAD mandul dalam menangani aset. Karena dari hasil rekomendasi yang dikeluarkan dewan belum terlaksana sama sekali.

a�?Seperti aset di Jagaraga. Aset di depan Masjid Jagaraga, depan SMPN 4 Jagaraga. Sampai saat ini belum ada kejelasannya,a�? kata Nursaid.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, aset tersebut diduga dilego. Namun, status penjualan tanah yang masuk dalam neraca aset daerah itu tidak sah dan diduga cacat hukum. a�?Sampai saat ini belum diselesaikan. Berkali-kali diselesaikan tapi tak selesaikan juga,a�? jelasnya.

Nursaid mempertanyakan penyelesaian masalah aset tersebut. Sebab, dari sekian kali mediasi selalu saja gagal. Ia menduga, Mahnan bermain mata dengan oknum pembeli. a�?Apakah Kepala BAD berselingkuh dengan oknum pembeli?,a�? tanya dia.

Di samping itu, dia mendesak tim aset segera menyelesaikan persoalan 17 tanah daerah hasil temuan pansus dewan. Temuan itu telah diparipurnakan dengan kesimpulan meminta tim aset memasang plang.

a�?Aset tidak bergerak itu (tanah) belum dipasang plang. Kenapa takut memasang plang. Setidak-tidaknya dipasang dulu, biar statusnya jelas,a�? desaknya.

Sementara, Khatib Qazwaini ikut menyoroti kinerja BAD. Ia menilai, adaa�Z diskriminasi pemasangan plang. Tim hanya memasang plang berdasarkan kepentingan.

a�?Jangan berani memasang plang di suatu daerah karena adaa�Z unsur politik. Harusnya tim bekerja profesional. Semua aset daerah harus dipasang plang,a�? katanya.

Ia khawatir tanah daerah yang belum dipasang plang diklaim oknum tertentu. Apalagi, ada beberapa aset yang telah digadaikan, bahkan dijual oknum tertentu. a�?Kekhawatiran ini yang perlu kita antisipasi. Jangan bertindak setelah masalah muncul,a�? ungkapnya.

Sementara, Kepala BAD Lobar Mahnan menegaskan, pemasangan plang pada aset daerah sudah dilakukan. Bahkan, pemasangan plang itu masuk dalam agenda rutin tahunan tim aset. a�?Pemasangan plang bagian dari pengamanan aset dan itu sudah kami lakukan,a�? akunya.

Ia mengungkapkan, aset yang menjadi temuan dewan itu secara dokumen maupun fakta merupakan tanah daerah. Namun, ada beberapa titik tanah pemda yang diklaim warga dan masih berkutat pada ranah hukum.

a�?Adanya temuan dewan ini akan menjadi tanggung jawab kami dalam mencari titik temu. Kami akan sinkronisasikan data dari dewan dengan yang ada di aset,a�? jelasnya.

Menurut dia, 17 aset tidak bergerak itu sudah diiventarisir oleh tim aset. Bahkan, ada beberapa titik yang telah final proses hukumnya.

a�?Tapi kami akan sortir dulu, mana yang sudah inkrah dan tidak. Kalau sudah inkrah, aset itu masuk dalam daftar.

Sebaliknya, kalau kalah mau tidak mau, suka tidak suka tidak bisa masuk dalam daftar aset,a�? pungkasnya. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *