Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Pengepul Untung, Peternak Buntung

Bagikan

MATARAM – Para peternak sapi di Pulau Lombok mengharapkan pemerintah daerah mengatur kelancaran tata niaga penjualan sapi di pasaran. Mereka menilai, fluktuasi harga daging sapi di pasaran lebih banyak disebabkan peran pengepul.

a�?Peternak menjual sapi kepada pengepul dengan harga jauh lebih rendah ketimbang yang dijual pengepul ke pedagang daging,a�? terang salah satu peternak di Selagalas Budiartha kemarin(11/8).

Selain itu, dia meminta pemerintah daerah memberi perhatian kepada peternak. Ia menilai, selama ini sejumlah program yang dilakukan banyak yang tidak tepat sasaran. Misalnya, sistem pemberian bantuan bibit banyak yang tidak beres, sehingga tidak semua peternak mendapatkan bantuan ini.

Peternak lainnya Muhammad Jailan membenarkan, harga daging sapi kerap dipermainkan di tingkat pengepul. Kondisi di lapangan, kata dia, timbangan hidup yang ada tidak berfungsi. Sehingga ketika peternak menjual sapinya, timbangan yang dipakai adalah perkiraan dari penjagal.

a�?Saat ini sapi hidup dihargai Rp 40 ribu per kilogram, di tingkat penjagal harganya bisa mencapai Rp 90 ribu per kg. Padahal dengan harga Rp 60 ribu per kg saja, mereka harusnya sudah dapat untung,a�? papar mantan Kepala Dikpora Lombok Timur ini.

Tak kalah penting, pemda yang memprogamkan bumi sejuta sapi harus memiliki regulasi tegas. Misalnya terkait maraknya pemotongan sapi betina.

Dia khawatir, sapi potong hidup saat ini, akan habis dalam lima tahun ke depan. Pasalnya, banyak masyarakat menyembelih sapi betina yang masih produktif. Walau pemda sudah melarang hal tersebut.

a�?Kenyataannya, masih ada di yang menyembelih sapi secara sembunyi-sembunyi. Seharusnya penyembelihan ini harus mengantongi izin agar tidak sembarangan,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *