Ketik disini

Headline Metropolis

Tanpa Kejutan, Apalagi Keajaiban

Bagikan

MATARAM – Tak ada kejutan, apalagi keajaiban dalam perpanjangan waktu pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Mataram yang akan bertarung di pilkada 2015. Hingga penutupan pendaftaran Pukul 16.00 Wita kemarin (11/8), KPU Kota Mataram tetap hanya meloloskan satu pasangan calon. Yaitu pasangan H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman).

Sebenarnya, Aman bukan tanpa pesaing. Sedikitnya, dari proses pendaftaran pertama hingga kemarin(11/8), ada tiga pasangan calon penantang Aman yang mendaftar ke KPU. Yaitu pasangan Salman-Jana Hamdiana (Sahaja) yang mendaftar pada masa perpanjangan waktu pendaftaran 2 Agustus lalu. Sedangkan kemarin(11/8), giliran pasangan Zabur-Mahmud Razak (Zamrud) dan pasangan dari jalur independen Sastra Marta-Junaidi yang ditolak lembaga pimpinan Ainul Asikin tersebut.

Semua pasangan yang ditolak ini terganjal persyaratan administrasi. Misalnya, pasangan Sahaja dianggap tidak bisa mencalonkan diri karena partai yang menjadi kendaraan politiknya, yaitu Partai Golkar, lebih dulu mengusung pasangan Aman.

Sementara pasangan Zamrud ditolak KPU karena datang terlambat. Pasangan yang mengaku didukung Partai Gerindra, PPP dan Partai Demokrat itu sampai di kantor KPU Pukul 16.07 Wita. Sementara pendaftaran ditutup tepat pukul 16.00 Wita.

Bagaimana dengan pasangan Sastra Marta-Junaidi? Menurut KPU pasangan ini tidak bisa diakomodir karena mendaftar lewat jalur independen. Menurut KPU, pendaftaran bagi calon independen sudah habis, pada bulan Juni lalu. Dan saat ini KPU hanya menerima pasangan calon yang diusung partai politik.

Ketua KPU Kota Mataram H Ainul Asikin menegaskan, tidak boleh ada kelonggaran terhadap aturan pendaftaran. Pihaknya tidak bisa menerima pendaftaran pasangan Zamrud karena mereka datang terlambat.

Sesuai ketentuan, pendaftaran dibuka dari pukul 08.00-16.00 Wita, dari tanggal 9-11 Agustus. Bila terlambat dari waktu itu, KPU bisa menolak. a�?Kita tunggu, belum ada informasi (lanjutan) dari pusat. Di dalam aturannya, kalau sudah lewat waktu bisa kita tolak,a�? jelasnya.

Ia memastikan, tidak akan ada perpanjangan sampai pukul 00.00 Wita. Meski KPUD Kota Surabaya bisa memperpanjang waktu pendaftaran hingga pukul 00.00 WIB, Asikin tidak berani mengambil keputusan.

a�?Yang bisa mengambil keputusan adalah KPU pusat. Kami hanya bisa menunggu keputusan yang akan diambil KPU Pusat,a�? terangnya.

Menurut Asikin, selain terlambat, pasangan Zamrud juga tidak didampingi ketua partai. Mestinya, pasangan tersebut didaftarkan pimpinan partai. a�?Harus ketua partainya yang datang, kan dia pasangan calon tadi itu,a�? terang mantan Kepala Bappeda Kota Mataram ini.

Sementara bakal calon wali kota Mataram dari pasangan Zamrud, Zabur mengatakan, ia dan pasangannya Mahmud Razak datang mendaftar karena ingin membangun demokrasi yang sehat di Mataram. Mereka ingin diterima sebagai pasangan calon agar Pilkada di Kota Mataram bisa berjalan dengan baik dan lancar.

a�?Itu harapan kami sehingga kami bisa masuk menjadi penantang Aman,a�? ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlambatannya datang ke KPU disebabkan, ia baru sampai dari Jakarta. Saat hendak berangkat dari Jakarta ke Lombok, pesawatnya terlambat berangkat 15 menit.

a�?Dari KPU kami dianggap terlambat 10 menit, tapi kita menghargai keterlambatan karena sesuai undang-undang mestinya datang jam empat. Tapi saya datang jam empat 10 menit,a�? aku pria ini.

Ia menyadari konsekuensi keterlambatannya, tapi karena disebabkan masalah transportasi. Ia meminta kepada KPU Kota Mataram berkomunikasi dengan KPU pusat, dengan harapan akan ada perpanjangan waktu sampai pukul 00.00 Wita.

Zabur yang mengaku sebagai Wakil Ketua Gerindra NTB, dan Ir Mahmur Razak sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB, mengaku akan diusung Partai Gerindra, PPP dan Partai Demokrat. a�?Saya lewat pusat semua, karena rekomendasi dari pusat baru turun ke bawah,a�? tegasnya.

Siang sebelumnya, KPU Mataram juga menolak pasangan Sastra Marta-Junaidi yang maju dari jalur independen. Terkait ini, komisioner KPU, Faizah menjelaskan, pasangan calon perseorangan wajib menyerahkan dokumen dukungan untuk memenuhi persyaratan pencalonan sesuai jadwal. Yaitu tanggal 11-15 Juni 2015. Namun hingga 15 Juni pukul 16.00 Wita, KPU tidak menerima satupun penyerahan dukungan syarat. Hal ini tertuang dalam berita acara rapat pleno KPU.

Sesuai aturan PKPU dokumen persyaratan pencalonan merupakan syarat wajib pendaftaran bagi pasangan calon perseorangan. Pasangan calon perseorangan yang boleh mendaftar pada masa perpanjangan adalah pasangan calon perseorangan yang telah menyerahkan syarat dukungan serta telah mengikuti penelitian administrasi namun tidak mendaftar pada masa pendaftaran tanggal 26-28 Juli 2015.

a�?Karena alasan tersebut, KPU kota Mataram tidak bisa menerima pendaftaran pasangan calon independen,a�? jelas Faizah.

Pasangan Sastra Marta dan Junaidi yang datang ke KPU menggunakan sandal jepit ini, didampingi massa yang tergabung dalam Federasi Nasional Independen (FNI). Mereka menyampaikan pernyataan sikap secara tertulis kepada KPU.

Kepada pers, Sastra mengatakan, meski ditolak KPU namun mereka akan tetap berjuang demi kedaulatan dan kesejahteraan rakyat Mataram. Pria yang berpenampilan sederhana ini mengaku merasa terpanggil memimpin Kota Mataram.

a�?Bukan perintah dari politik tertentu. Tapi karena hati nurani kami, mau maju sebagai calon independen untuk memimpin masyarakat. Mudahan diberikan berkah oleh Allah SWT untuk mensejahterakan masyarakat di Mataram ini,a�? tegasnya.

Ketua Umum FNI Lalu Ranggalawe mengaku kecewa dengan penolak KPU Mataram. Namun ia berharap ada peluang yang diberikan kepada pasangan calon independen yang akan mendaftar.

Mestinya, KPU tidak hanya menerima pasangan yang diusung parpol, tetapi juga dari kalangan independen. Ranggalawe mengancam akan menggugat KPU jika tidak membuka kembali pendaftaran dan tidak memberikan ruang kepada calon perseorangan. a�?Kami akan gugat,a�? tegasnya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *