Ketik disini

Sumbawa

Lagi, Ortu Telantarkan Anak

Bagikan

SUMBAWA – Nursiah (45), terpaksa mempolisikan mantan suaminya AR (55), seorang pensiunan pegawai BUMD. Pasalnya, AR diduga telah menelantarkan tiga orang anaknya sejak lama.

Dari pantauan koran ini, Nursiah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sumbawa, kemarin. Dia datang bersama dengan dua orang anaknya dan didampingi oleh kuasa hukumnya, A Kadir, SH. Bersama dua orang anaknya, Nursiah melaporkan dugaan penelantaran itu kepada polisi.

Ditemui seusai melapor, Nursiah melalui kuasa hukumnya, A Kadir, SH menuturkan, dugaan penelantaran anak ini sudah terjadi bertahun-tahun sebelum klien dan mantan suaminya bercerai. Sejak lama, ketiga anaknya diterlantarkan tanpa diberikan biaya. Salah seorang anaknya yang kuliah di Makasar, diminta untuk cuti selama setahun karena tidak memiliki biaya.

Setelah cuti selesai, anaknya itu kembali dipanggil oleh pihak perguruan tinggi tempatnya kuliah. Namun saat kliennya meminta biaya untuk perkuliahan kepada AR, yang bersangkutan beralasan tidak memiliki uang. Padahal, AR menjanjikan akan memberi biaya kuliah pada anaknya setelah setahun.

Bahkan, setelah pensiun, AR tidak memberikan dana pensiun terhadap Nursiah. Ketika waktunya pembayaran Tunjangan Hari Tua (THT) di sebuah bank Jumat pekan lalu, dana tersebut tidak dicairkan. Pasalnya, pencairannya harus dengan persetujuan Nursiah. ”Saya meminta pihak bank untuk memblokir dana itu terlebih dahulu. Setelah ada pemberitahuan, barulah dana itu bisa dicairkan,” ujar Kadir, akrab pria ini disapa.

Kadir mengaku, sudah pernah menghubungi AR untuk meminta pertanggungjawaban untuk anak-anaknya. AR bersedia untuk membiayai anaknya. Namun setelah dihubungi kembali, AR tidak pernah menjawab. Akhirnya, jalan terakhir yang ditempuh adalah proses hukum dengan melapor ke Polres Sumbawa. Namun, pihaknya tetap membuka peluang kepada AR untuk melakukan komunikasi dengan kliennya dan menyelesaikan persoalan ini.

Secara terpisah, KA SPK Polres Sumbawa yang bertugas saat itu, Aiptu. Didi Handoko, membenarkan adanya laporan tersebut. Penanganannya akan diserahkan kepada bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumbawa untuk ditindak lanjuti. (run/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *