Ketik disini

Tanjung

Ombak Sunset Diminta Bongkar Ayunan

Bagikan

TANJUNG – Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKKP) Lombok Utara menyoroti keberadaan ayunan (datu swing) milik Hotel Ombak Sunset di Gili Trawangan.

Ayunan yang dibangun di pantai itu dirasa merusak lingkungan khususnya terumbu karang. Bahkan, pihak hotel telah disurati untuk membongkar ayunan tersebut.

Hal ini tentu menimbulkan kekecewaan dari pihak manajemen hotel. Karena selama ini fasilitas ayunan yang disediakan hotel tersebt menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

a�?Kita telah menerima surat peringatan dari dinas untuk segera membongkar ayunan tersebut,a�? ujar salah satu pekerja Hotel Ombak Sunset Marwan kepada wartawan kemarin (12/8).

Dijelaskannya, pihak DPPKKP khususnya Bidang Perikanan dan Kelautan Provinsi seminggu lalu mendatangi hotel dan meminta untuk membongkar fasilitas tersebut.

Tetapi, pihak hotel masih bersikeras mempertahankan asetnya tersebut. Dengan dasar keberadaan ayunan tersebut dirasa tidak melanggar aturan. Bahkan saat pihak hotel meminta menunjukan pelanggaran regulasi, instansi terkait tidak bisa menunjukkannya. a�?Kita minta tunjukan aturan mana yang dilanggar, tapi sampai sekarang mereka tidak bisa tunjukan itu,a�? jelasnya.

Lebih lanjut, Marwan mengatakan Hotel Ombak Sunset bahkan menantang untuk melakukan riset dan penelitian bersama guna mengetahui seberapa parah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ayunan tersebut.

Yang mana segala administrasi dan biaya penelitian akan ditanggung pihak hotel. a�?Kita berani adakan riset untuk tahu seberapa rusaknya, tapi dinas terkesan menutup mata,a�? tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kabid Promosi Dinas Pariwisata Lombok Utara Brata Yasa mengungkapkan Lombok Utara saat ini ingin mengembangkan destinasi pariwisata besarta objeknya di segala bidang, dengan harapan bisa mendatangkan wisatawan ke gumi Tioq Tata Tunaq.

Tentunya keberadaan ayunan yang terletak di depan hotel Ombak Sunset tersebut dirasa memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ia pun menyayangkan jika sampai terjadi pembongkaran. a�?Jika dilihat dari kerusakan alam dan minat pengunjung yang datang tentu jauh berbeda,a�? kata dia. Sejauh yang dia tahu, ayunan tersebut menjadi daya tarik yang potensial untuk pariwisata di Lombok Utara.

Ditambahkannya, jika dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh jangkar kapal, tentu kata Brata kerusakan oleh ayunan tersebut bukanlah hal yang mesti diperdebatkan. a�?Kerusakaan dari jangkar kapal jelas lebih parah, karena langsung berbenturan dengan terumbu karang,a�? tandasnya.

Brata membeberkan, angka kunjungan wisatawan ke Gili trawangan hingga kini dirasa cukup signifikan, dimana setiap bulan terhitung dari Juni terjadi peningkatan sekitar 30 persen.

Dinas pariwisata mencatat angka kunjungan pada Juni lalu tercatat sebanyak 38 ribu lebih. Sedangkan pada bulan Juli tercatat meningkat menjadi 50 ribu lebih pengunjung.

a�?Kemungkinan besar angka pengunjung ini melonjak pada pertengahan Agustus nanti,a�? pungkasnya. (puj/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *