Ketik disini

Headline Metropolis

Selly Mulai Beraksi

Bagikan

MATARAM – Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani mulai beraksi. Di hari kedua ia menggantikan posisi H Ahyar Abduh, wanita cantik ini langsung a�?menyemprota�? sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Mataram.

Ia meminta kepada seluruh pembantunya mengubah pola pikir dan kerja dalam membangun Kota Mataram. a�?Saya ingin kita bekerja lebih keras, mindset harus diubah,a�? tegas Selly pada salah seorang pejabat dalam rapat koordinasi program, di Ruang Kenari kemarin (12/8).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Selly mengumpulkan semua SKPD termasuk camat dan kepala badan. Masing-masing kepala instansi diberikan kesempatan mempersentasikan program kerja mereka.

Namun penjabat yang baru dua hari dilantik ini, mengeritik keras sejumlah program di beberapa SKPD. Terutama Dinas Kebersihan yang menangani sampah, Dinas Koperasi, Perundustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Mataram terkait penataan pasar tradisional, Badan Lingkungan Hidup (BLH) terkait penanganan limbah lingkungan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Dishubkominfo yang belum maksimal menangani potensi parkir, Dinas Tata Kota, Dinas Pertamanan dan sebagainya.

Menurutnya, masalah utama yang harus segera dibenahi adalah kebersihan. Ia menginginkan agar ke depan Kota Mataram bisa menjadi lebih bersih, asri dan indah. Sehingga tampilan Kota Mataram bisa lebih cantik.

a�?Masalah utama kan kebersihan, kalau kota sudah bersih, otak dan hati kita juga bersih,a�? ujar jebolan megister UGM Yogyakarta ini.

Selly juga menyoroti kondisi Pasar Mandalika yang masih terlihat kotor. Khususnya, bagian pasar yang dijuluki Pasar Selak.

Ia meminta Diskoperindag bisa bersinergi dengan Pemprov NTB dan pusat agar sama-sama menata pasar tersebut. Ia menginginkan agar pasar tradisional tersebut rapi, pengunjung nyaman, bahkan bila perlu dikemas lebih modern.

Selain bersih dan rapi, penataan taman kota dan penerangan setiap sudut kota menjadi hal yang penting. Dengan demikian, tidak ada lagi wilayah kota yang gelap tanpa lampu. Sehingga rawan dijadikan tempat minum minuman keras dan mesum. Termasuk di Taman Udayana yang masih terlihat gelap di sudut-sudut taman.A�a�?Saya ingin kota ini terang,a�? tegasnya.

Masalah limbah, BLH diminta tidak mengambil tindakan cepat sebelum dampak limbah merusak lingkungan hidup Kota Mataram. Menjamurnya hotel, restoran, dan jasa usaha lainnya lambat laun akan menimbulkan dampak lingkungan. Ia meminta agar BLH bergerak lebih cepat.

Selly juga menyindir manajemen RSUD Kota Mataram, terkait beberapa rencana program yang cukup fantastis. Program-program bagus, tetapi fungsi sosial dan kemampuan juga harus diukur. a�?Jangan sampai besar pasak daripada tiang, beli alat mahal tetapi ujung-ujungnya mubazir,a�? tegasnya.

Meski dalam kesempatan itu, Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra mengatakan, motto dari RSUD adalah smile, ramah dalam melayani. Namun Selly mengaku belum percaya, ia ingin membuktikan secara langsung suatu saat. Namun waktunya tidak ditentukan.

a�?Jangan asal bilang, nanti saya akan buktikan, bagaimana pelayanannya senyum atau tidak pada masyarakat,a�?A� cetus istri dari politisi PDI Perjuangan Rachmat Hidayat itu.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) juga tidak luput dari sensor Selly. Ia meminta agar penataan destinasi pariwisata lebih serius. Misalnya, dengan menjadikan kota tua Ampenan sebagai pusat kuliner. Misalnya dengan memaksimalkan potensi ikan segar milik para neyalan, dan dijual di pusat kuliner.

Menurutnya, hal ini bisa berdampak luas bagi ekonomi masyarakat. Pilihan bagi para wisatawan yang datang ke Mataram juga semakin beragam. Tidak hanya sekedar makan ayam taliwang dan pelecing kangkung selama tiga hari di Mataram.

a�?Kita punya pantai yang bagus, kenapa tidak seperti Bali, ikan-ikan mereka dari NTB. Tanya di Nipah, ikannya dari Kebon Roek kok. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton,a�? imbuhnya.

Untuk menggenjot kinerja birokrasi, Selly juga akan menerapkan lima hari kerja. Tujuannya agar mudah melakukan koordinasi dengan Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat. Menurutnya, cara itu lebih efisien daripada enam hari kerja.
Namun sektor-sektor pelayanan publik seperti kelurahan, kecamatan, kesehatan dan pendidikan tetap buka sampai enam hari kerja. a�?Kita bisa lebih menghemat, daripada staf kantoran kerjanya hanya main game saja, lihat. Tapi sektor pelayanan dasar tetap masuk,a�? ujarnya.

Selly menegaskan, ia ingin mengajak semua birokrasi di Kota Mataram untuk benar-benar bekerja melayani masyarakat. Sehingga pembangunan di Kota Mataram bisa lebih maju.

a�?Kita ingin kerja, kerja, kerja,a�? kata mantan kepala biro keuangan Pemprov NTB.

Sebagai sesama aparatur sipil negara (ASN), ia menekankan agar semua pejabat struktural bekerja sama, saling bahu membahu untuk membangun Mataram. Jangan sampai pengaruh politik mengganggu kinerja dalam melayani.

Namun dalam bekerja juga jangan hanya asal ingin membuat pimpinan senang.A� a�?Jangan asal ibu senang, saya tidak suka,a�? tandas wanita berjilbab ini yang membuat para kepala SKPD Kota Mataram diam seribu bahasa. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *