Ketik disini

Headline Praya

Siswa SDN Torok Aik Mogok Belajar

Bagikan

PRAYA – Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Torok Aik Beleq, Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng) melakukan aksi mogok belajar. Tindakan itu menyusul kekecewaan wali murid, guru dan komite sekolah karena tuntutan yang mereka layangkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng belum ditanggapi.

Tuntutan yang dimaksud yaitu, meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng memutasi kepala sekolah (Kasek) setempat. Alasannya, pimpinan sekolah bersangkutan dianggap tidak disiplin, tidak transparan dan akuntabel dalam bekerja.

a�?Kami sebagai orang tua sepakat tidak menyekolahkan anak-anak kami untuk sementara waktu,a�? kata salah satu wali murid SDN Torok Aik Belek, yang juga ketua BPD Desa Montong Ajan, Sulaiman pada Lombok Post, kemarin (12/8).

Aksi mogok belajar, kata Sulaiman akan berlangsung sampai kepsek yang dimaksud benar-benar dimutasi. Begitu pula sebaliknya. a�?Selama tuntutan kami tidak diindahkan, maka selama itu juga anak-anak kami belajar di rumah saja,a�? katanya.

Dikatakannya, aksi tersebut dilakukan setelah hearing di kantor BKD dan Dikpora pada 29 Juli lalu. Dalam aksi itu, disampaikan bahwa sejak kasek tersebut menjabat di tahun 2009 belum pernah melaksanakan rapat dengan komite sekolah dan guru.

Kasek dianggap tidak pernah mengkomunikasikan sejumlah rencana kegiatan di SDN itu. Puncaknya pada proses kelulusan siswa di tahun ajaran 2015/2016. Kasek tidak mau menandatangani surat hasil ujian (SHU) siswa. Mereka pun kini, terpaksa melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

a�?Bagaimana mau bersekolah di negeri, SHU sampai sekarang ditahan kasek. Hal ini bagi kami, kasek bersangkutan menantang wali murid,a�? tegasnya.

Dia menambahkan, jumlah siswa di SDN Torok Aik Belek yang melaksanakan aksi mogok belajar tersebut sebanyak 113 orang, dari kelas I sampai kelas VI.

a�?Mohon para pengambil kebijakan untuk memperhatikan keinginan kami ini. Yang jelas, tidak ada kepentingan apa-apa, kecuali ingin melihat lembaga pendidikan di Torok Aik Belek berjalan lancar, aman dan sesuai aturan,a�? ujarnya.

Ahmad Halim dari Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi dan Hukum (LI Tipikor) NTB yang turut mengadvokasi kasus ini mengatakan aksi tersebut mengindikasikan ada aturan yang diduga telah dilanggar kasek bersangkutan.

Karena itu LI Tipikor mengaku sedang mengumpulkan fakta dan data menyangkut pelanggaran yang dimaksud. Selanjutkan, akan dilaporkan ke Inspektorat, Dikpora dan BKD, hingga ke Kejaksaan.

a�?Warga Torok Aik Belek berharap agar kasek itu di pindah. Tolong, Dinas terkait menindaklanjuti tuntutan warga. Jika tidak, dikhawatirkan berbuntut panjang,a�? ujarnya.

Belum diketahui sampai kapan aksi mogok belajar ini akan dilakukan. Namun jika tuntutan tidak terpenuhi mereka berencana menyegel sekolah dan melaksanakan aksi besar-besaran di kantor Dikpora dan BKD.

a�?Kami berikan deadline sampai tujuh hari kedepan. Kalau tidak ada tanggapan, maka kami tidak akan bertanggungjawab terhadap hal-hal terjadi dikemudian hari,a�? ancam Halim.(dss/r14)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *