Ketik disini

Kriminal

Warga Mataram Gedor Kantor Gubernur

Bagikan

MATARAM – Setelah KPU Pusat memutuskan Pilkada Kota Mataram mundur hingga 2017 akibat pasangan tunggal, gejolak politik kembali memanas. Kemarin (12/8), ratusan warga yang mengatasnamakan diri Masyarakat Kota Mataram Gerakan Serentak turun ke jalan.

Mereka berkumpul di Taman Sangkareang sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka kemudian melanjutkan aksi ke kantor Gubernur NTB . Mereka datang untuk menyatakan kekecewaannya pada Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang dinilai telah menggagalkan Pilkada serentak 2015 di Kota Mataram.

“Sudah menjadi rahasia publik kalau tokoh dibalik kegagalan Pilkada serentak 2015 di Kota Mataram adalah Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang juga selaku Ketua DPD Partai Demokrat NTB,” terang Qirad, salah seorang pendemo.

“Makanya kami datang kepada beliau dengan melakukan aksi damai menanyakan apa maksud kebijakannya merampas hak demokrasi masyarakat Kota Mataram yang juga telah mendukung beliau menjadi gubernur dalam Pilgub beberapa waktu lalu,” sambung pria yang mengaku berasal dari Lingkungan Kekalik tersebut.

Kegagalan Pilkada di Mataram menurut para pendemo akibat permainan politik dari segelintir orang. Termasuk Gubernur NTB. Berbeda halnya dengan di Surabaya dan daerah lainnya yang memang tidak ada lawannya.

“Kalau di Kota Mataram kan sudah terang-terang sejak awal ada pasangan Rido (Rosiady-Kasdiono). Bahkan balihonya kita bisa lihat di seluruh sudut Kota Mataram. Apalagi mereka juga sudah deklarasi dan menyatakan akan mendaftar. Tapi ternyata semua itu hanya kebohongan untuk menipu masyarakat,” terang Buhin, koordionator demonstran.

Para pendemo menyayangkan tokoh seperti TGB yang selama ini mereka dukung dan mereka hormati merampas hak demokrasi masyarakat Kota Mataram. “Biarkanlah kami menyalurkan hak pilih kami. Ini bukan masalah kalah atau menang, tapi bagaimana demokrasi bisa berjalan sesuai aturan dan sebagaimana mestinya,” terang Wayan, demonstran lainnya saat berorasi di depan Kantor Gubernur.

Untuk itu, dalam aksi demo tersebut, mereka menuntut tiga hal. Yang pertama yakni menuntut agar Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu tentang calon tunggal sehingga pilkada 9 Desember 2015 tetap bisa berjalan.

Kedua, mereka menegaskan agar Penjabat Wali Kota juga ikut menyukseskan Pilkada serentak 2015. Terakhir mereka menuntut gubernur bertanggung jawab untuk mensukseskan Pilkada 2015 serta memberikan pembelajaran politik yang baik dan santun terhadap masyarakat.

“Wali Kota Mataram itu adalah pemimpin yang memang dipilih oleh rakyat, bukan ditunjuk oleh Gubernur. Untuk menjadi wali kota butuh upaya dan usaha yang keras. Oleh karena itu, kami tidak rela dipimpin terlalu lama oleh orang yang tidak pernah kami pilih,” tegas para pendemo.

Dalam aksi demo tersebut, para demonstran melakukan aksi membakar ban bekas. Namun, berkat koordinasi yang baik dengan pihak polisi, ban yang dibakar langsung dipadamkan beberapa menit setelah terbakar. Mereka juga melakukan aksi tanda tangan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap nasib demokrasi Kota Mataram.

Sejatinya, dari pihak pemerintahan di kantor gubernur mempersilahkan lima orang untuk masuk berdialog dan berdiskusi dengan Gubernur NTB. Sayangnya, para demonstran menolak dan meminta untuk gubernur yang menemui mereka.

Aksi demo terbilang cukup damai. Pasalnya, setelah melakukan orasi, para pendemo doa bersama kemudian kembali ke Taman Sangkareang lalu membubarkan diri. Mereka mengancam akan mendatangi kantor Gubernur NTB setiap hari dalam bentuk unjuk rasa meminta pertanggung jawaban orang nomor satu di NTB tersebut. (ton/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *