Ketik disini

Headline Kriminal

Ayo, Kebut Penanganan Parsel!

Bagikan

MATARAM – Pengadaan paket lebaran (parsel) yang digelontorkan dari kantong APBD Kabupaten Lombok Timur, terus diselidiki Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB. Tidak hanya parsel untuk masyarakat, tapi polisi juga menelusuri parsel untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lombok Timur.

Dua pengadaan itu dianggarkan melalui APBD tahun 2014 sebesar Rp 15,1 Miliar. Pengadaan parsel tahap pertama Rp 12,4 Miliar. Dana sebesar itu kemudian dipakai untuk pengadaan parsel sebanyak 50.000 paket.

Sementara itu, pengadaan parsel tahap kedua dianggarkan sekitar Rp 2,7 Miliar. Dana itu dipakai untuk membuat parsel sebanyak 13.500 yang dibagikan kepada seluruh PNS di 114 instansi.

a�?Sekarang sedang kita selidiki juga untuk pengadaan tahap kedua ini,a�? ujar Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Andy Hermawan, kemarin (13/8).

Pelaksanaan proyek parsel diduga memunculkan indikasi penyimpangan. Paket lebaran yang disalurkan kepada masyarakat tidak sesuai dengan peruntukan.

Sebagian barang dalam paket lebaran itu kurang. Parahnya lagi, paket itu tidak semuanya disalurkan kepada masyarakat yang masuk kategori miskin. Tapi, paket sebanyak 5000 itu ikut dinikmati PNS. Padahal, dalam juklak dan juklis, paket itu disalurkan kepada masyarakat dan marbot masjid.

Pada tahap kedua, anggarannya sekitar Rp 2,7 Miliar untuk pengadaan 13.500 paket lebaran. Paket tersebut masuk dalam program Pengadaan Sandang dan Pangan untuk Kesejahreraan Sosial.

Dalam penyelidikannya sejauh ini, Ditreskrimsus sudah memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait. Termasuk Sekda Lotim, Rohman Farly.

Selain itu, dua hari terakhir (Rabu dan Kamis) pihaknya melakukan klarifikasi kebenaran terhadap 114 intansi yang menerima parsel. Berdasarkan dokumen yang diterima oleh Ditreskrimsus Polda NTB, ada 114 instansi yang menerima parsel.

a�?Kita klarifikasi satu persatu, orang-orang yang langsung menerima parsel di setiap instansi, kita panggil untuk dimintai keterangannya,a�? ungkap AKBP Andy.

Sejauh ini, dari 114 instansi, baru 60 instansi yang diperiksa oleh Ditreskrimsus. Dari 60 yang sudah diperiksa, seluruhnya membenarkan dan mengakui menerima parsel tahap kedua itu.

a�?Semuanya akan kita tanyakan, termasuk sisa 54 instansi itu, pasti akan kita panggil orang-orangnya,a�? tegasnya.(cr-dit)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *