Ketik disini

Tanjung

Eksekusi Vila Ombak Diajukan Lagi

Bagikan

TANJUNG – Setelah rencana eksekusi pertama gagal, keluarga ahli waris Le Kasimah, akan mengajukan kembali rencana eksekusi kembali lahan 47 are yang di dalamnya ada fasilitas hotel Vila Ombak.

a�?Kita akan adakan pertemuan bersama tim dalam waktu dekat untuk membahas eksekusi yang ditunda kemarin (13/8),a�? ujar Zakir, salah satu ahli waris Le Kasimah kepada wartawan kemarin (13/8).

Secara sah dan meyakinkan, pengadilan telah menetapkan bahwa tanah yang bersengketa sejak 1998 itu adalah milik Le Kasimah. Di seluruh tingkatan pengadilan, pihaknya dimenangkan. Sementara Peninjauan Kembali juga telah ditolak MA. Menyusul penolakan kasasi.

Dijelaskannya, melihat situasi, Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Mataram memang memutuskan menunda eksekusi tersebut. Langkah itu juga untuk meminimalisir risiko.

Kendati demikian, Zakir beserta timnya tak akan surut memperjuangkan apa yang telah menjadi hak mereka, berdasarkan putusan hukum. a�?Kita tidak akan menyerah untuk mendapatkan keadilan,a�? tegasnya.

Zakir mengklaim, pihak tergugat telah menyewa beberapa preman untuk menggagalkan aksi eksekusi yang telah terjadwalkan tersebut. Untuk itu, jika eksekusi akan digelar nanti, pihaknya juga akan menyiapkan massa yang lebih banyak agar proses eksekusi bisa berjalan lancar.

Terlebih kata Zakir, eksekusi ini bukannya yang pertama kali, melainkan sudah kedua kalinya dilakukan. Namun hingga kini pihak yang telah dimenangkan pengadilan itu belum juga bisa menguasai lahan seluas 47 are milik keluargannya itu. Zakir berharap, jika eksekusi yang telah terjadwal nanti bisa digelar sesuai aturan di mana ia telah siap dengan segala konsekuensinya nanti.

a�?Dulu kita pernah lakukan eksekusi tahun 2001. Tapi pihak tergugat menyatakan akan membongkar bangunan sendiri dengan jangka waktu seminggu,a�? katanya. Nyatanya, janji tinggal janji.

Sengketa lahan di Dusun Teluk Kodek, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, ini melibatkan Loq Gafar dan Le Kasimah. Bermula pada 1998, Loq Gafar digugat Le Kasimah ke PN Mataram terkait persoalan tanah tersebut. Dengan surat keputusan nomor 141/PDT.G/1997/P.N.Mtr tertanggal 11 april 1998. Hasilnya, sengketa di PN Mataram dimenangkan Le Kasimah. Begitu seterusnya hingga kemenangan di Pengadilan Tinggi, lalu dilanjutkan Kasasi dan penolakan peninjauan kembali. (puj/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *