Ketik disini

Metropolis

Jepang Butuh Tenaga Ribuan Orang

Bagikan

MATARAM – Kesempatan bagi putra-putri NTB untuk meniti karir di Jepang kini terbuka luas. Setiap tahunnya, Negeri Matahari Terbit itu membuka kesempatan magang untuk ribuan masyarakat ASEAN, termasuk Indonesia dan NTB khususnya.

a�?Yang dibutuhkan Jepang itu ribuan. Malah nggak dibatasi,a�? kata Lalu Riadi, Kepala Bidang Pelatihan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, kemarin (13/8).

Program magang ke Jepang telah dibuka kembali sejak tahun 2011. Sayangnya, putra NTB yang lulus seleksi untuk mengikuti program tersebut terbilang masih sangat kecil. Sejak tahun 2011-2013 saja, baru diberangkatkan sekitar 72 orang.

Menurut Riadi, minat masyarakat untuk magang ke Jepang memang cukup tinggi. Hanya saja, proses seleksi terbilang ketat karena banyak tahapan yang harus dilewati. Mulai dari tes kesehatan, psikis, intelektual, hingga tes fisik.

Tahun 2014 saja, tercatat 114 peserta yang ikut seleksi. Namun, hanya 30 orang saja yang dinyatakan lolos dan mereka kini tengah ditempa untuk mengikuti pelatihan guna persiapan ke Negeri Sakura. Sementara, tahun 2015 ini telah diseleksi kurang lebih 130 orang dan 47 orang di antaranya dinyatakan lulus.

a�?Saya berharap angka ini terus bertambah. Apalagi masih ada rekrut tahap kedua bulan Oktober nanti di Sumbawa Barat,a�? kata H Wildan, Kepala Disnakertrans NTB yang hadir membuka acara pelatihan bagi calon peserta magang ke Jepang yang bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) NTB, kemarin (13/8).

Wildan menekankan bahwa berangkat ke Jepang butuh kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Sebanyak 30 orang yang lulus seleksi tahun 2014 masih harus menjalani pendidikan di BLK selama 72 hari. Setelahnya, mereka kembali harus dikarantina selama 2 bulan di Bekasi, Jawa Barat.

a�?Dari hasil pelatihan itu, mereka akan dievaluasi lagi mana yang benar-benar layak diberangkatkan magang ke Jepang,a�? jelas Wildan.

Diakui, program pemagangan ke Jepang ini memang banyak membawa manfaat bagi masyarakat di daerah. Apalagi, selama berada di Jepang, mereka bakal ditempatkan di sektor industri dan diberi intensif besar yakni, rata-rata Rp 10 juta setiap bulan selama tiga tahun.

Dari program ini juga, diharapkan, bisa memangkas jumlah pengangguran di NTB yang masih terbilang tinggi. Pada tahun ini saja, tercatat pengangguran NTB mencapai 112.708 orang dari angkatan kerja sebesar 2.094.550 orang. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *