Ketik disini

Metropolis

Panti Asuhan Banyak Yang Tak Layak

Bagikan

MATARAM – Nyaris seluruh panti asuhan di Provinsi NTB masih dalam kondisi yang meprihatinkan. Tak sedikit yang kondisi bangunannya bahkan rusak parah alias nyaris roboh.

a�?Ini dari tinjauan kita di lapangan. Tidak saja pada panti yang dikelola swasta melainkan juga yang milik pemerintah,a�? kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Husni Thamrin kepada Lombok Post, kemarin (13/8).

Diakui, sejumlah panti itu memang membutuhkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah. Apalagi, banyak bangunannya yang memang sudah berusia puluhan tahun dan tak pernah direhabilitasi sama sekali.

Ia menceritakan, beberapa panti asuhan ada yang sudah rusak parah bagian atapnya. Sehingga, kerap bocor pada musim hujan. Begitu juga dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang masih sangat minim, terutama sarana kamar mandi dan untuk tidur sekalipun.

a�?Memang karena faktor usia juga. Banyak yang kondisinya kini tidak layak lagi. Hampir seluruhnya memiliki fasilitas-fisilitas yang di bawah standar. Untuk tidur pun itu serba seadanya,a�? papar Husni.

Dinsos NTB mengaku akan mengupayakan anggaran guna rehabilitasi beberapa panti asuhan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan tersebut. Mengingat keterbatasan anggaran, pemeirntah akan fokus memperbaiki panti berplat merah terlebih dahulu.

a�?Kita upayakan tahun depan panti asuhan milik pemerintah bisa direhab. Yang punya pemerintah itu jumlahnya delapan tersebar di kabupaten/kota se NTB,a�? lanjutnya.

Saat ini, imbuh Husni, tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah mulai turun untuk mensurvey tingkat kerusakan pada delapan panti milik pemerintah. Melalui rehab kelak sekaligus diharapkan bisa menambah daya tampung setiap panti.

a�?Daftar tunggu di setiap panti itu kan sangat banyak, mencapai seratusan. Ini karena daya tampung yang masih terbatas di setiap panti. Makanya nanti ketika sudah dibenahi, semoga bisa menampung lebih,a�? katanya. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *