Ketik disini

Tanjung

Tak Latah Pakai Pola Bagi Rata, Desa Tanjung Pakai Prioritas

Bagikan

Pemanfaatan kucuran dana Anggaran Dana Desa dari APBD dan Dana Desa dari APBN benar-benar diperhitungkan matang oleh Desa Tanjung. Desa tidak latah dengan mendistribusikan anggaran merata. Pemanfaatan anggaran digunakan sesuai prioritas.

****

TAHAPAN sudah dibuat. Tahapan itulah yang kini menjadi rujukan Desa Tanjung dalam memanfaatkan ADD dan DD.

Jika biasanya dengan anggaran yang diperoleh, pembangunan akan dilakukan dengan cara membagikan anggaran itu secara merata di tiap dusun. Desa Tanjung tak ingin latah melakukan hal serupa.

a�?Kita di Tanjung, tidak akan menggunakan sistem bagi rata dengan anggaran yang ada. Tetapi kita akan fokus menggarap satu-dua dusun dulu,a�? ujar Kepala Desa Tanjung, Budiawan.

Itu sebabnya, di termin pertama pencairan ADD dan DD ini, fokus pihaknya hanya untuk pembenahan di tiga dusun terlebih dahulu. Baru tahapan berikutnya, menyusul sebagian dusun lain, dari total 12 dusun di Desa Ibu Kota Lombok Utara ini.

Hanya saja, secara keseluruhan, kata Budiawan, tetap seluruh dusun akan mendapat manfaat dari ADD dan DD ini. a�?CUma memang kita tangani bertahap,a�? kata dia.

Dijelaskannya, dengan pembagian anggaran menggunakan sistem termin, sangat sulit untuk menunjukkan hasil pembangunan sarana prasarana apabila anggaran tersebut dibagi rata.

a�?Kalau termin pertama saja, kita menyasar 12 dusun sekaligus, maka sulit akan tampak hasilnya jika dibagi rata anggaran itu,a�? paparnya.

Untuk diketahui, ADD yang diperoleh desa dicairkan pemerintah dengan menggunakan tiga termin yakni termin pertama 50 persen, termin kedua 30 persen, dan termin ketiga 20 persen. Sedangkan untuk Dana Desa dibagi menjadi tiga termin dengan sistem pencairan, termin pertama 40 persen, termin kedua 40 persen, dan termin ketiga 20 persen. a�?Semua dusun yang sudah masuk perencanaan tetap mendapatkan bantuan, tetapi kita gilir berdasarkan termin,a�? ujarnya.

Budiawan juga menjelaskan, untuk dana yang diperoleh dari termin pertama yakni Rp 506 juta lebih dari ADD dan Rp 146 juta dari Dana Desa akan menyasar tiga dusun terlebih dulu.

Selanjutnya, untuk sembilan dusun yang belum mendapatkan kucuran anggaran pada termin pertama akan disasar menggunakan anggaran yang dikucurkan pada termin kedua dan ketiga.

a�?Kalau kita fokus beberapa dusun terlebih dulu. Hasilnya akan maksimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,a�? katanya.

Selain mengunakan pola baru, untuk memaksimalkan anggaran yang ada dan menyasar langsung masyarakat desa juga melibatkan langsung masyarakat untuk mengerjakan perbaikan sarana fisik.

a�?Tentu yang kita berdayakan warga kita agar mereka juga mendapatkan dan merasakan dana tersebut,a�? pungkasnya. (bersambung/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *