Ketik disini

Metropolis

Bahas Perkembangan Politik Sambil Ngopi

Bagikan

Meski sudah tidak menjabat, pasangan Ahyar-Mohan (Aman) tetap aktif di dunia politik. Sebagai petinggi Partai Golkar, keduanya terus memantau dinamikan politik Kota Mataram. A�

***

SECANGKIR kopi hangat dan sepiring pisang goreng menemani percakapan santai di rumah mantan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh kemarin. Ahyar saat itu tengah menerima dua orang tamu. Berbagai hal dibahas, mulai dari masalah ringan, hingga masalah-masalah politik.

A�Sebagai orang politik, hari-hari Ahyar tidak pernah bisa lepas dari soal yang satu ini. Tidak heran, meski sudah tidak menjabat sebagai orang nomor satu di Pemkot Mataram, ia tetap aktif mengikuti perkembangan politik Kota Mataram. Apalagi dirinya masih Ketua DPD II Golkar Kota Mataram (kubu Abu Rizal Bakri).

a�?Tentu saya ikuti terus perkembangan politik, terutama tuntutan yang dilakukan paket Sahaja,a�? kata Ahyar.

A�A� Menurutnya, dinamikaA� dalam politik itu sangat wajar. Ibarat orang hendak berlayar, di tengah laut pasti akan menghadapi gelombang. Kadang gelombang itu landai, kadang juga sangat tinggi. Seorang politisi akan diuji daya tahannya menghadapi ujian. Tapi bagaimana pun dinamika politik juga akan bermuara untuk menciptakan tata kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Meski saat ini posisinya sedang tidak memimpin, namun Ahyar masih memiliki harapan situasi akan berubah sehingga dirinya dan H Mohan Roliskana bisa melanjutkan tugas membangun Mataram.

Salah satu berita yang terus dipantaunya adalah sengketa pasangan Sahaja di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB. Salain itu, ia juga menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Sebab masalah calon tunggal harus dicarikan solusi agar masyarakat bisa menyalurkan hak politiknya.

A�A�A� a�?Bisa dilihat, bagaimana eforia bisa melaksanakan Pilkada 2015 ini. Masyarakat sangat mengharapkan itu,a�? ujarnya.

Ahyar berharap ada perubahan kebijakan dari pusat, sebab ada kemungkinan calon tunggal masih bisa bertambah, di mana banyak daerah yang hanya memiliki dua calon, dan berpotensi memiliki calon tunggal.

a�?Kalau satu saja daerah tidak melaksanakan pilkada, maka pemilu serentak itu sebenarnya gagal juga. Pusat harus memikirkan ini, jadi harus ada solusi yang harus diambil,a�? harapnya.

A�A�A� Terpisah, H Mohan Roliskana mengharapkan Kota Mataram tetap bisa kondusif. Bagaimana pun dinamika politik yang sedang terjadi, ia berharap Mataram tetap menjadi kota yang aman dan nyaman bagi semua orang. (Sirtupilaili/Mataram)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *