Ketik disini

Metropolis

Dewan Keluhkan Hibah dan Bansos

Bagikan

MATARAM – Komisi I DPRD NTB menangkap ada yang salah dalam pengelolaan dana hibah dan bantuan sosial oleh Pemprov NTB selama ini.

Mekanisme pencarian dana bantuan untuk masyarakat tersebut dinilai terlalu lamban dan terkesan mandek. Alhasil, program ini pun tak bisa segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

a�?Sepengetahuan kami, pencairan hibah dan bansos di kabupaten/kota lancar-lancar saja. Tapi kenapa di provinsi justru kesannya lamban. Pasti ada sesuatu yang salah,a�? kritik H Rumaksi Juru Bicara Komisi I DPRD NTB.

Dewan mengungkap bahwa selama ini masyarakat ramai mengeluh karena terlalu lama menunggu pencairan dana hibah dan bansos tersebut. Di lapangan, lanjutnya, dewan selaku wakil rakyat yang jadi korban karena dituding bohong soal pencairan dana bansos dan hibah.

Komisi I sendiri sudah mencari informasi dari beberapa SKPD terkait, mempertanyakan alasan lambannya pencairan hibah dan bansos.

Dari jawaban sejumlah SKPD tersebut, banyak yang beralasan kekurangan tenaga atau petugas. Selain itu, program yang dilimpahkan kepada SKPD untuk melakukan verifikasi terhadap proposal masyarakat tidak dibarengi ketersediaan anggaran.

a�?Jadi tidak berlebihan kami menganggap para SKPD tidak mampu melakukan inovasi serta terobosan untuk melancarkan kebijakan gubernur, khususnya pada program hibah dan bansos,a�? kritik Rumaksi.

Ia mengungkap, alasan tertundanya realisasi hibah dan bansos kepada masyarakat karena regulasi yang mewajibkan verifikasi terhadap semua proposal masyarakat yang masuk di Biro Keuangan. Padahal, lanjutnya, tugas melakukan verifikasi ada di SKPD sesuai bidang tugasnya.

a�?Kami yakin jika ada kesungguhan dari SKPD pasti tidak akan memakan waktu lama dan tidak membutuhkan petugas terlalu banyak,a�? tegas Rumaksi.

Untuk itu, Komisi I mendesak inspektorat, biro hukum, dan BKPMD segera mencarikan solusi untuk menyerdahanakan proses pencairan program hibah dan bansos untuk masyarakat. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *