Ketik disini

Tanjung

Maksimalkan Sisa Waktu, Berharap Desa Lain Segera Menyusul

Bagikan

Hingga kemarin, dari 33 desa di Lombok Utara, baru 17 desa yang sudah berhasil mengakses Anggaran Dana Desa (ADD) dari APBD dan Dana Desa (DD) dari APBN. Sisanya, 16 desa lainnya masih berkutat pada penyusunan proposal pengajuan.

***

IMBAS belum seluruh desa dapat mengakses ADD dan DD ini menghasilkan kekhawatiran. Sebab, kian lama proses pencairan terjadi, maka waktu efektif untuk menjalankan program dengan dana miliaran ini kian mepet.

Dengan dana bisa diakses sekarang saja, setidaknya setiap desa hanya punya waktu efektif lima bulan untuk membelanjakan program yang mereka miliki.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara Johari tak menampik, ketika desa dibelit kekhawatiran. Bahkan, hal itu telah mulai memunculkan gejolak, ketika keterlambatan pencairan ADD menyebabkan kepala desa dan perangkat desa tak bisa gajian.

a�?Perubahan regulasi yang jadi penyebabnya. Kita beberapa kali sudah melakukan pertemuan dengan pemkab. Dan alhamdulillah sekarang sudah mulai disalurkan dan bisa digunakan desa,a�? ujar Johari.

Tentu saja. Tak semata keterlambatan pencairan disebabkan keterlambatan dari pemerintah daerah. Banyak soal keterlambatan ini justru dipicu kelemahan di pemerintah desa. a�?Tidak bisa dipungkiri, masih lemahnya SDM di desa yang jadi penyebabnya,a�? kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Gondang ini. Itu sebabnya pendampingan amat diperlukan.

a�?Pemkab juga harusnya memberikan pendamping ke desa-desa yang masih kesulitan merancang proposal. Apalagi sekarang waktu sudah mepet,a�? tandasnya.

Sebagai ketua AKAD, Johari mendorong koleganya sesama kepala desa bisa segera menyelesaikan pencairan dana ini. Kepala desa yang sudah berhasil juga memberi asistensi pada kolega mereka yang belum.

a�?Kekhawatiran kita. Jangan sampai dana besar ini tidak bisa dimanfaatkan maksimal oleh desa. Sehingga ujung-ujungnya akan menjadi sisa anggaran dan dikembalikan ke kas daerah,a�? katanya. Jika itu terjadi, maka jelas hal itu adala rugi besar bagi desa.

Sementara itu, Wakil Ketua AKAD yang juga Kades Tanjung Budiawan mengutarakan hal yang sama. a�?Saat ini tiap desa sedang ngebut. Ini memang sudah terlambat dari jadwal,a�? katanya.

Mau tidak mau desa harus bergerak cepat untuk mengesekusi anggaran yang ada. (pujo/bersambung/r12)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *