Ketik disini

Feature

Membawa Misi Pariwisata NTB

Bagikan

Buah tak kan jatuh jauh dari pohonnya. Pepatah ini tepat menggambarkan sosok Baiq Amalia Putri Ghaesani. Gadis 19 tahun ini awalnya dikenal sebagai altet bulu tangkis. Beberapa kali ikut kejuaraan lokal, berpanas di lapangan adalah hobinya. Namun, belakangan gadis yang biasa disapa Ciku ini berubah haluan 180 derajat. Dia kini akan mewakili NTB pada ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2015.

Awalnya beraktivitas yang harus a�?mandia�? matahari, kini tiba-tiba, dara dengan tinggi 168 cm dan berat 57 kg agak menghindari matahari. Hasilnya, kulit putih yang pernah ia miliki ketika kecil kembali lagi. Dia tidak lagi Ciku si hitam manis.

a�?Ya berubah memang, kalau sekarang harus rajin perawatan kulit,a��a�� katanya tersenyum.

Sejak masih berseragam putih a�� biru, Ciku menyukai bulu tangkis. Dia bermimpi menjadi atlet terkenal. Rajin latihan. Hingga pada suatu hari dia terjatuh. Kakinya terasa sakit. Sejak saat itu dia menggantung raket.

Mengisi waktunya yang tidak lagi bermain bulu tangkis, gadis kelahiran 5 Maret 1996 mencoba bidang baru : seni. Dunia yang bagi Ciku remaja sangat jauh dari bayangan.

Keinginan belajar pun tidak ada saat itu. Tapi setelah istirahat bermain bulu tangkis itu dia mulai mencoba. Dia mendalami lukis/gambar dan digital art. Sempat membuat usaha bersama teman-temannya. Kini Ciku punya a�?kekasiha�? baru : dunia seni.

Dia jatuh cinta pada bidang ini. Dan akhirnya pepatah di atas menemukan jawabannya, darah seni bapaknya mengalir di Ciku. Itu diketahui setelah dia dewasa.

Bapaknya adalah Lalu Suryadi Mulawarman, koreografer NTB. Lalu Suryadi dikenal koreografer yang produktif menghasilkan karya, termasuk juga mementaskannya. Dia banyak menyerap kearifan lokal dalam setiap karyanya. Bakat inilah yang kemudian menurun ke putri pertamanya ini.

a�?Saya malahan tidak belajar di bapak. Saya belajar di luar,a��a�� katanya ketika ditanya apakah dia belajar juga di bapaknya.

Ciku ingin membuktikan jika dia bisa belajar dan berkarya, tanpa bergantung pada nama bapaknya. Kini Ciku yang mulai menggeluti melukis pasir sadar jika dia tidak bisa jauh dari dunia yang dirintis bapaknya. Sama-sama memiliki darah seni.

Selain menguasai melukis pasir, Ciku juga belajar gitar dan biola. Sebentar saja belajar, dia merasa cepat bisa. Akhirnya inilah Ciku yang baru, dari seorang atlet bulu tangkis- yang sedikit berotot a�� menjadi gadis lembut berkulit putih.

Keterampilan yang dimilikinya ini menjadi salah satu modalnya berlaga di ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2015. Di ajang serupa tingkat provinsi, dia adalah Runner Up, tapi berhubung juara I pernah mengikuti ajang serupa di tingkat nasional, kini Ciku dipercaya mewakili NTB.

a�?Saya sekarang memperdalah public speaking mas,a��a�� katanya.

Ciku juga banyak belajar tentang kesenian, kebudayaan, dan pariwisata NTB. Dia tidak segan bertanya pada para ahli. Termasuk juga, dengan agak malu-malu diskusi dengan bapaknya. Sebagai perwakilan NTB, Ciku tidak ingin mengecewakan masyarakat NTB. Minimal ketika tampil di ajang bergengsi itu, dia memiliki kesempatan untuk mempromosikan pariwisata NTB.

a�?Bukan sekadar mempromosikan pantai dan gunung, tapi banyak kekayaan lain yang dimiliki NTB,a��a�� kata mahasiswi FKIP Unram ini. (fat/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *