Ketik disini

Headline Sumbawa

Oknum Guru Diduga Cabuli Siswinya

Bagikan

SUMBAWA – Oknum guru SD di Kecamatan Empang, diamankan ke Polres Sumbawa, dinihari kemarin (14/8). Pasalnya, oknum berinisial DS (49) ini diduga telah mencabuli salah seorang siswinya yang masih duduk di bangku kelas IV SD setempat.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Lombok Post Group (Radar Sumbawa), korban, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red) dipanggil DS di sebuah ruang kelas di SD setempat, Kamis (13/8) lalu, sekitar pukul 12.30 Wita. Karena DS wali kelasnya, bocah sembilan tahun ini menurut saja. DS diduga merayu Bunga dengan iming-iming untuk dijadikan juara kelas dan akan diberikan uang. Kemudian, di kelas yang kosong ini, dugaan pencabulan itu terjadi.

Kasus ini terungkap ketika korban pulang ke rumah sambil menangis dan mengadukan pada orang tuanya. Tentu saja, keluarga korban marah besar dan melaporkan kasus itu ke Polsek setempat.

Anggota yang dipimpin Kapolseknya, IPTU I Gusti Made Suardika langsung bergerak mengamankan terlapor sekitar pukul 18.00 Wita. Ketika hendak dibawa ke Polres Sumbawa, anggota dihadang sekelompok massa di Simpang Lamenta. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Polres Sumbawa mengirim satu pleton anggota Dalmas yang diback-up satu pleton anggota Brimob. Setelah melalui proses yang alot, akhirnya terlapor berhasil dievakuasi dinihari kemarin (14/8).

Kapolsek Empang, Iptu. I Gusti Made Suardika membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya juga sudah berhasil mengamankan terduga pelaku. Untuk mengantisipasi amukan keluarga korban, DS kemudian dikirim ke Polres Sumbawa untuk diamankan. Namun, saat melintas di Simpang Lamenta, Kecamatan Empang, pihaknya sempat dihadang oleh sekelompok massa. Namun, setelah diberikan penjelasan, warga akhirnya membubarkan diri.

Terkait penanganannya, kasus ini akan dilimpahkan ke bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sebab, kasus ini menyangkut perlindungan anak.

Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin mengaku telah mengirim dua pleton pasukan untuk melakukan evakuasi. Hal ini dilakukan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, situasi bisa dikendalikan. Proses evakuasi juga mendapat dukungan tokoh masyarakat setempat sehingga tidak terjadi gejolak. ”Kami harap masyarakat memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus ini secara professional,” ujarnya.

Secara terpisah, DS yang ditemui di Polres Sumbawa membatah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. DS mengatakan, siswa di sekolah itu pulang terlebih dahulu. Setelah selesai jam sekolah, dia berkumpul bersama guru lain di ruang guru sekitar pukul 14.00 Wita. Dikatakan, bahwa Bunga sudah terlebih dahulu meninggalkan sekolah itu. Karena Bunga patuh dan pandai, dia disuruh untuk pulang terlebih dahulu dari teman-temannya yang lain. ”Dia tidak kembali lagi ke sekolah,” terangnya.

Menurut DS, dia tidak mengetahui mengapa tuduhan atas dirinya itu muncul. Saat diamankan oleh polisi, dia mengaku tidak terkejut. Saat diminta untuk ikut ke Polsek Empang, dia mengaku hanya menurut saja. Sampai di Polsek, barulah dia mengetahui bahwa dia dilaporkan dengan tuduhan pencabulan. Dia juga mengaku tidak terkejut ketika dilaporkan dengan dugaan pencabulan. Sebab dia merasa tidak pernah melakukan seperti apa yang dilaporkan itu.

Secara terpisah, Kadis Diknas Sumbawa, Sudirman Malik yang ditemui di ruang kerjanya mengaku terkejut dengan adanya informasi ini. Sudirman, akrabnya disapa mengaku tidak mengetahui ataupun mendapat informasi ataupun laporan mengenai hal tersebut. ”Kalau tidak dari rekan-rekan (wartawan, red), saya tidak tahu ada kejadian itu,” katanya kepada wartawan.

Menurut Sudirman, jika kejadian itu benar, maka dia akan kembali berfikir mengenai guru di Sumbawa. Seharusnya, guru melindungi murid-muridnya, bukan malah berbuat seronok. Apabila kejadian itu benar dan dapat dibuktikan secara hukum, tentunya persoalan ini akan diserahkan kepada tim dari Inspektorat. Oknum bersangkutan juga akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya langsung membentuk tim untuk melakukan evaluasi dan verifikasi di lapangan. Meski persoalan ini tengah ditangani oleh pihak yang berwajib, selaku institusi pendidikan, pihaknya tetap harus mencari kebenaran mengenai kejadian ini. Rencananya, tim tersebut akan turun hari ini. ”Paling lambat minggu depan tim akan turun ke lapangan,” pungkasnya. (run/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *