Ketik disini

Sumbawa

Pemkab Diminta Rebut Program Agraria

Bagikan

SUMBAWA – Pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa tampaknya harus bergerak cepat merebut program baru yang digulirkan menteri agraria dan tata ruang RI. Tahun ini sesuai hasil kunjungan anggota Komisi I DPRD Sumbawa ke BPN pusat belum lama ini, pihak agraria ternyata kini membuka peluang penyediaan lahan masing-masing 10 hektar. Lahan yang dihajatkan untuk mendukung pengembangan peternakan itu siap diberikan kepada daerah yang memiliki potensi peternakan yang sangat besar.

“Ada istruksi Menteri Agraria dan Tata Ruang nomor 3/Ins/VII/2015 tentang penyediaan lahan/tanah untuk peternakan. Intruksi ini disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah BPN di setiap Provinsi untuk menyediakan lahan ternak minimal 10 hektar. Kalau kami lihat, Sumbawa sangat layak mendapatkannya. Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa menjemput program ini,” kata anggota Komisi I DPRD Sumbawa, Adizul Syahabuddin, kemarin (14/8).

Menurutnya, apabila Kabupaten Sumbawa berhasil mendapatkan program ini diyakini bisa menjadi solusi untuk kembali melahirkan Rancangan perda (Raperda) tentang LAR yang sempat tertunda karena terkendala persoalan lahan. Terlebih di dalam Ranperda yang merupakan inisiatif dewan itu, kendala itu sehingga dipending ditetapkan menjadi sebuah Perda adalah karena sebagian lahan yang digunakan sebagai LAR justru masuk dalam kawasan hutan.

Apabila kita mendapat jatah 10 hektar ditambah dengan lahan yang sudah ada tentu bisa menjadi satu LAR yang sangat paten dan tidak ada kaitannya dengan kawasan hutan,” katanya.

Politisi PKS itu menilai, ini adalah salah satu peluang terbaik yang harus dimanfaatkan daerah. Terlebih selama ini Kabupaten Sumbawa sudah sangat terkenal dengan potensi ternaknya. Namun di satu sisi persoalan lahan pengembalaan masih menjadi persoalan tersendiri. Termasuk kepemilikan LAR yang sebenarnya bisa menjadi salah satu ciri khas Kabupaten Sumbawa yang kaya dengan potensi ternaknya.

“Semoga aja peluang ini bisa ditangkap,” katanya. (aen/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *