Ketik disini

Praya

Serukan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera

Bagikan

Hari Keluarga Nasional (HKN) ke-XXII tingkat NTB diselenggarakan di Lombok Tengah. Satu pesan untuk warga Bumi Gora, agar menjadi keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

***

HALAMAN kantor bupati, Kamis lalu mendadak padat. Ribuan peserta kegiatan HKN, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB nampak antusias mengikuti rangkaian acara. Dimulai konvoi Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari Mataram, menuju lokasi kegiatan hingga ditutup dengan pameran.

Dalam kegiatan tahunan itu, hadir Wakil Gubernur (Wagub) NTB H Muhammad Amin, sekretaris utama BKKBN pusat Ambara Rahayu, Wakil Bupati HL Normal Suzana dan sejumlah pejabat lainnya.

Tidak ketinggalan, para kader ketahanan keluarga, Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKJ), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Unit Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan PLBK. Mereka tersebut merupakan ujung tombak keberhasilan program BKKBN dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa hingga dusun.

Keberadaan mereka itu, menurut sekretaris utama BKKBN pusat Ambara Rahayu telah memberi warna terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Mereka juga terus menggalakkan sosialisasi, penyuluhan dan pendidikan tentang keluarga berencana (KB). Padahal, mereka bekerja secara surakera, namun semangat mereka patut diberikan apresiasi.

Di sejumlah daerah di Indonesia, memang ada pemerintahannya yang sangat memperhatikan keberadaan mereka. Yakni melalui pemberian insentif, dukungan sarana dan prasarana memadai. Namun ada pula sebaliknya. Untungnya, kata Rahayu mereka tetap semangat.

a�?Urusan keluarga dan masyarakat tidak bisa dititikberatkan pada BKKBN sendiri. Namun, dibutuhkan kerjasama semua pihak. Khususnya, lembaga pemerintah maupun swasta,a�? serunya.

Keluarga, kata Rahayu sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Jika keluarga terpuruk dari sisi ekonomi dan sosial budaya, maka secara tidak langsung negara pun terbawa dalam keterpurukan tersebut.

Untuk itulah, keluarga harus memperhatikan delapan pilar kehidupan keluarga yaitu fungsi pendidikan, agama, ekonomi, reproduksi, cinta kasih, lingkungan, sosial budaya dan fungsi perlindungan keluarga.

Masing-masing pilar itu, ungkapnya harus dijalankan sedemikian rupa. Sehingga, keluarga yang dimaksud bahagia dan sejahtera. Sedangkan, keluarga kecil adalah keluarga yang cukup memiliki anak dua orang saja. Tidak lebih dari itu. Untuk mensukseskannya, keluarga harus melaksanakan program KB. Program yang satu itu, tidak saja dijalankan kaum perempuan. Tapi, laki-laki juga.

a�?a��Kami atas nama pemerintah provinsi, memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader yang mensukseskan program KB dan ketahanan keluarga,a�? sambung Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin.

Konotasi banyak anak, banyak rizki, diakuinya harus ditinggalkan. Sehingga, program KB adalah kunci jawabannya. Amin pun menitip pesan agar menghentikan warisan kemiskinan masa lalu. Dengan cara, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan keluarga, melalui pengembangan berbagai usaha ekonomi.

a�?Kualitas sumberdaya manusia dan sumberdaya alam ditentukan oleh keluarga. Begitu pula sebaliknya,a�? ujar orang nomor dua di NTB tersebut.(*/Dedi Shopan Shopian/Lombok Tengah)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *