Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Kemendag dan Disperindag Edukasi Publik MEA

Bagikan

MATARAM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB memberikan edukasi publik mengenai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada puluhan perwakilan Industri Kecil Mikro (IKM) NTB di Golden Palace Hotel Lombok, kemarin.

a�?Kami memberikan edukasi pada masyarakat dan pelaku usaha di daerah ini tentang kebijakan pasar bebas di kawasan Asean,a�? kata Kepala Sub Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI M Syuaib Sulaeman kemarin.

Ia menuturkan, setiap pelaku usaha tidak perlu takut menghadapi dan memasuki MEA. Justru dengan diberlakukannya MEA, akan membuka peluang usaha baru. Untuk itu, setiap pelaku usaha harus jeli membaca setiap potensi dan peluang yang ada dari diberlakukannya MEA.

a�?Tentunya hal itu mesti diikuti peningkatan kualitas produk yang dihasilkan,a�? harapnya.
Guna mewujudkan hal ini, diharapkan seluruh satuan kerja perangkat daerah di NTB bersama seluruh pemangku kepentingan terkait, bahu-membahu dan bekerja lebih keras agar pelaku usaha di daerah ini dapat meningkatkan data saing produk yang dihasilkan. Begitu pula dengan tenaga kerja.

a�?Lakukan berbagai program kreatif, edukatif dan inovatif sehingga masyarakat dan pelaku usaha dan tenaga kerja di daerah ini siap menghadapi dan dapat berkompetisi. Serta menjadi pemenang dalam MEA yang akan efektif diberlakukan pada 2016 mendatang,a�? paparnya.

Sementara itu Kepala Disperindag NTB H Husni Fahri menjelaskan, kegiatan dimaksud bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan peserta. Baik itu aparatur, masyarakat, dan pelaku usaha tentang implementasi MEA.

a�?Sehingga kami harapkan dapat memanfaatkan denagn baik setiap peluang yang ada serta mengantisipasi dampak negatif yang terjadi,a�? jelasnya.

Dengan tegas Husni mengatakan, produk-produk unggulan NTB sebenarnya sudah saangat mampu bersaing di ranah internasional. Tidak kalah dengan produk kerajinan dan olahan dari luar negeri. Namun, diakuinya saat ini sebagian besar produk IKM di NTB masih sangat terbatas terhadap kemasan. Sementara kondisi Rumah Kemasan NTB belum mampu sepenuhnya melayani pembuatan kemasan untuk produk skala besar.

a�?Seperti gerabah ini misalnya, kemasannya masih belum bisa kita buat. Karena harus mempertimbangkan persayaratan kemasaan di negara tujuan. Tapi kita akan terus benahi segera agar siap hadapi MEA,a�? tutup Mantan Kepala Dinas Pertanian ini. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *