Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Perlu Langkah Nyata Terapkan Ekonomi Islam

Bagikan

MATARAM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Mataram menyelenggarakan International Conference on Islamic Economics and Finance (ICIEF) 2015. Acara ini akan berlangsung selama tiga hari (25-27 Agustus 2015), di Hotel Lombok Raya Mataram. Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr TGH M. Zainul Majdi membuka langsung konferensi yang dihadiri hampir 200 peserta dari 6 negara dengan 137 makalah.

Dalam sambutannya, gubernur mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dipilihnya NTB sebagai tuan rumah pada konferensi bertaraf internasional. Lebih lanjut, ia mengatakan 9 dari 10 pintu rezeki ada di perdagangan atau aktifitas ekonomi. Sayangnya, umat hanya berdesak-desakkan dengan memasuki 1 pintu dan tidak memanfaatkan 9 pintu lainnya.

a�?Mudah-mudahan dengan adanya seminar ini membuka mata kita untuk bisa menggunakan pintu tersebut demi menciptakan ekonomi Indonesia yang lebih baik,a�? ujar gubernur saat menghadiri konferensi yang mengangkat tema Strengthening Islamic Economics and Financial Institution for the Welfare of Ummah.

Gubernur juga menyampaikan diperlukan langkah nyata dan praktis dalam menerapkan ekonomi Islam di masyarakat. Sehingga sebanyak mungkin umat dapat berpartisipasi tanpa membutuhkan strata tertentu. Selama ini, ekonomi Islam hanya diminati oleh orang-orang tertentu saja.

a�?Semoga dengan seminar ini, semakin mengenalkan ekonomi Islam dan diaplikasikan lebih luas lagi dan dinikmati oleh semua lini masyarakat,a�? ujar gubernur yang baru saja mendapat penghargaan Satya Wira Karya Kencana ini.

Ketua Panitia ICIEF Dr Raditya Sukmana mengucapkan, terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyukseskan seminar internasional yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai ekonomi Islam.

a�?Ekonomi Islam berkembang hampir 25 tahun yang lalu, namun belum diaplikasikan dengan maksimal. Padahal banyak keuntungan yang bisa kita peroleh dari penerapan ekonomi Islam,a�? ungkapnya.

Konferensi internasional ini bekerja sama dengan beberapa universitas dari mancanegara, seperti Universiti Sains Malaysia, LA-Trobe University Australia, dan University of Glasgow Skotlandia, serta dihadiri oleh Rektor Universitas Mataram, Prof Ir Sunarpi PhD dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI Dr Harry Azhar Aziz.

Rektor Universitas Mataram Prof Ir Sunarpi PhD sangat berterima kasih kepada Universitas Airlangga sebagai rekan yang telah menyukseskan konferensi ini. a�?Semoga konferensi internasional ini bisa memberikan masukan bagi Indonesia dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang bersumber pada Alquran dan Hadits. Apalagi saat ini perekonomian kita sangat terguncang akibat melambungnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 14.000,a�? ujarnya.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI, Dr H Harry Azhar Aziz mengungkapkan ICIEF bisa menjadi momentum bagi ekonomi Islam untuk keluar dari krisis global yang saat ini menerpa seluruh dunia. Krisis ekonomi yang menerpa Indonesia pada tahun 1997 silam terjadi akibat penerapan sistem ekonomi kapitalis. Oleh karena itu, ekonomi Islam bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi kekurangan dari sistem ekonomi kapitalis.

Lebih lanjut, ia menyampaikan saat ini ekonomi Islam masih belum banyak berkembang. Hal ini disebabkan karena kurangnya dukungan pemerintah dalam memperjuangkan dan mempromosikan ekonomi Islam.

a�?Saya berterima kasih kepada Gubernur NTB yang telah berpartisipasi dalam mempromosikan ekonomi syariah. Karena mengembangkan ekonomi Islam atau syariah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya menambah jurusan ekonomi syariah sehingga semakin banyak ahli-ahli yang memahami ekonomi Islam,a�? pungkas pria kelahiran Tanjung Pinang ini. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *