Ketik disini

Selong

BLKI Lotim Dijaga Tentara

Bagikan

SELONG – Sejumlah orang berpakaian loreng-loreng tampak berada di pos pintu masuk Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) di Aikmel, Lombok Timur (Lotim). Mereka mengurus setiap orang yang hendak masuk ke kawasan itu, mulai dari absensi, menanyakan tujuan, hingga memberikan kartu tanda pengunjung.

‘’Ini penjagaannya berlebihan, kalah-kalah istana saja,” kata Tarpiin Adam, Sekretaris Nusantara Parliament Watch (NPW) saat berkunjung ke lokasi tersebut pekan lalu.

Ia mengatakan seharusnya BLKI tak menunjukkan hal seperti itu pada masyarakat. Dengan adanya pasukan loreng disana, BLKI katanya seolah ingin membuat jarak dengan masyarakat. Dia lantas mempertanyakan urgensi menggunakan pasukan seperti itu dalam melakukan penjagaan.

‘’Ini ada apa,” katanya dengan nada tanya.
Menanggapi hal itu, Kepala BLKI, H Sirman yang dihubungi Lombok Post via telpon kemarin membantah adanya penjagaan yang dilakukan tentara. Menurutnya keberadaan mereka untuk melatih para siswa terkait kedisiplinan. Hal tersebut lantaran saat bekerja di kapal pesiar nantinya, disiplin menjadi kata kunci yang harus dijalankan.

‘’Itu tujuannya,” jawab mantan Kepala Disnakertrans Lotim ini.
Ia menjelaskan, secara resmi ada enam orang tentara di BLKI. Setiap pagi mereka juga melakukan pelatihan senam untuk menjaga kebugaran peserta didik. Menurut Sirman, setiap subuh, para tentara itu membangunkan siswa dan memberi sejumlah pelatihan.

‘’Sebelum dimulai kelas, kita sudah bersurat resmi ke TNI minta itu,” ujarnya.
Ia membantah anggapan yang mengatakan kalau adanya pasukan loreng disana lantaran isu demo besar-besaran yang akan terjadi. Bahkan menurutnya keamanan BLKI sangat terjaga, tak terlepas dari peran serta masyarakat Lenek itu sendiri.

‘’Tidak ada masalah dengan masyarakat, bahkan kalau ada sesuatu merekalah yang menjaga kami,” jawabnya lagi.

Namun apa yang dikatakannya itu berbeda dengan jawaban yang diberikan Marino Imam Santoso, Manager Operasional Gedung dan Sekolah BLKI. Dijelaskan keberadaan TNI memang untuk menjaga keamanan disana. Namun bukan semata menjaga dari ancaman luar, tetapi lebih pada menjaga siswa dan keadaan internal di dalam BLKI.
‘’Yang jelas bukan untuk menakuti siapapun, kalau masuk dengan baik pasti diizinkan,” tukasnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *