Ketik disini

Politika

Gerindra Dorong Uji Publik

Bagikan

MATARAM – Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Willgo Zainar mendorongA�masyarakat Kota Mataram untuk menggelar uji publik terhadap prosesA�pelaksanaan Pilkada Mataram. Menurut dia, masyarakat punya hak untukA�mengetahui apakah pelaksanaan Pilkada Mataram benar-benar berjalanA�secara demokratis.

a�?Kalau masyarakat merasa ada keanehan atauA�kejanggalan dalam proses pilkada Mataram, saya kira publik punya hakA�untuk mengujinya,a�? kata Willgo Zainar kepada Lombok Post kemarin (26/08).

Dikatakan, masalah proses hukum adalah hak dari elemen masyarakat yangA�mungkin ingin menguji kebenaran atas dugaan kejanggalan penetapan duaA�paket pasangan calon. Dia berharap masyarakat tidak menyia-nyiakanA�anggaran pilkada yang mencapai lebih kurang Rp21 miliar untukA�menghasilkan pilkada yang berkualitas.

Miliaran rupiah uang rakyat tersebut, kata anggota DPR RI ituA�harusA� dapat dimanfaatkan bukan saja untuk menghadirkan sekadarA�ada calon dan ada pilkada. Tapi, rakyat berhak menuntut agar prosesA�demokrasi di Kota Mataram berjalan dengan lancar.

a�?Artinya tidakA�sekadar berpilkada, ini kan uang rakyat yang harus dipergunakanA�semaksimal mungkin dan demi kepentingan rakyat juga,a�? tandas dia.

Dia mengklaim Partai Gerindra tidak merasa kecolongan jika prosesA�pilkada Mataram berlanjut. Justru belajar dari 2010 lalu, PartaiA�Gerindra yang menguasai tiga kursi di DPRD Kota Mataram saat itu tidakA�menggunakan haknya di pilkada. Meski begitu, pada pemilu legislatifA�2015, justru perolehan suara Partai Gerindra meningkat 100 persenA�lebih dan berhasil meraih enam kursi di DPRD Kota Mataram.

Menurut dia, pilkada bukan tujuan tapi sebagai sasaran antara untukA�mendapatkan pemimpin yang amanah dan mumpuni untuk memberikanA�kesejahteraan. Semestinya, partai politik pun dinilai harus bisaA�memanfaatkan dukungan publik untuk bekerja dengan benar, jujur, tidakA�korupsi, dan bisa menyejahterakan rakyat dengan program yang tepat.

Berbeda dengan Willgo, Ketua DPW PKB NTB TGH Najamuddin Mustofa justruA�mendukung langkah Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana untuk mengeluarkanA�Partai Golkar dari pengusung pasangan Aman. Menurut dia pilkadaA�merupakan media berdemokrasi bagi masyarakat untuk menentukan siapaA�pemimpinnya.

Ruang yang dibuka kembali oleh KPU Mataram dengan mengakomodasiA�pasangan Salman a�� Janna Hamdiana dinilai sebagai bagian dari strategiA�politik. Justru dengan begitu, kata Najamuddin masyarakat tidak perluA�menunggu hingga 2017 untuk memilih pemimpin.

a�?Saya mendukung pilkadaA�serentak tetap berlangsung 2015, ini bagian dari strategi politik.A�Terserah orang bilang apa mau boneka atau apa yang penting PilkadaA�Mataram berlangsung,a�? papar dia.

Pasangan Sahaja berhasil memenangkan sengketa pemilu Wali Kota danA�Wakil Wali Kota Mataram yang berlangsung di Bawaslu beberapa waktuA�lalu. Panwaslu Kota Mataram memerintahkan KPU untuk menerimaA�pendaftaran pasangan Sahaja. Tapi dalam amar putusannya tidakA�sedikitpun memerintahkan KPU untuk mencabut keputusannya yang telahA�menyatakan Partai Golkar bagian dari pengusung pasangan Ahyar Abduh a��A�Mohan Roliskana. (tan/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys