Ketik disini

Praya

Oven Tembakau Terbakar

Bagikan

PRAYA – Bagi para pemilik oven tembakau kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga. Sebuah oven tembakau terbakar di Desa Ganti Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng).

“Sampai saat ini, kami masih mengumpulkan data kerugian dan identitas pemilik oven. Yang penting, kami sudah berhasil memadamkan api,” kata sekretaris Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Sahabudin, kemarin (26/8).

Dikatakannya, musibah itu terjadi Selasa (25/8) malam kemarin sekitar pukul 21.00 Wita. BPBD pun mengirimkan satu unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar). Sayangnya, di tengah jalan Damkar yang dimaksud tidak sampai tujuan karena macet.

“Begitulah kondisi kendaraan operasional kami. Kendati demikian, kami tetap berusaha secara maksimal membantu melayani masyarakat,” katanya.

Dia mengakui, kasus terbakarnya oven tembakau menjadi cerita biasa dikalangan pengoven tembakau. Namun, berbagai rangkaian kejadian itu, mereka tidak memetik pelajaran. Dengan cara, memperhatikan posisi tembakau dengan api.

“Kalau bisa, pemilik oven menyiapkan alat pemadam ringan,” serunya.

Alat itu, menurutnya dapat membantu menjinakkan api, sebelum bantuan Damkar turun. Dari data yang dihimpun Lombok Post, jumlah pengovenan tembakau diseluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna mencapai 5.620 unit. 1.528 buah diantaranya berada di Kecamatan Praya Timur. Sisanya, di Janapria 2.192 buah, Kopang 1.262 buah, Batukliang 289, kecamatan Batukliang Utara (BKU) 106 buah.

Kemudian, di Kecamatan Praya sebanyak 30 buah, Praya Tengah 96 buah, Praya Barat 40, Pujut 35, Jonggat 37 dan kecamatan Peringgarata sebanyak lima buah.

“Saya menyerukan kepada pemilik oven untuk memperhatikan keselamatan. Jadikanlah, pelajaran di Desa Ganti itu,” ujar Sahabudin.

Dia menambahkan, musibah semacam tidak menjadi tanggungan pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial. Kecuali, yang terbakar rumah atau toko.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *