Ketik disini

Headline Pendidikan

Unram dan Dikpora Akan Duduk Bersama

Bagikan

MATARAM – Sampai kemarin(26/8), fasilitas di Kampus II Universitas Mataram juga masih dimanfaatkan oleh SD Model Mataram untuk belajar. Hal ini terjadi karena SD Model belum memiliki fasilitas sendiri. Namun, karena jumlah siswa yang bertambah, Unram ingin memanfaatkan lebih banyak fasilitas di Kampus II tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi polemik antara Unram dan SD Model Mataram.

Rencananya, Unram dan Dinas Dikpora Kota Mataram akan duduk bersama untuk mencari solusi. Terlebih tahun ini Unram kembali melaksanakan orientasi bagi mahasiswa baru prodi PGSD dan PGPAUD di Kampus II tersebut.

Pada dasarnya, ospek yang dilakukan mahasiswa tidak ada masalah. Karena Dinas Dikpora sendiri tahu statusnya hanya sebagai peminjam tempat. “Ini hari terakhir kami ospek yang dipusatkan di Kampus II Unram,” kata Friska, salah seorang mahasiswa pembina ospek, kemarin(26/8).

Belum lama ini Unram meminta kembali tiga ruang kelas di Kampus II tersebut. Tepatnya ruang kelas depan sebelah barat, lokasinya satu tempat dengan siswa SD Model belajar. Permintaan untuk ruang kelas baru itu  langsung disampaikan melalui surat ke kepala SD Model Mataram. Surat itu juga ditembuskan ke Dinas Dikpora Mataram. Karena, sekolah ini dibawah naungan Dinas Dikpora Mataram. “Memang benar Unram bersurat ke kepala sekolah untuk meminta tiga lokal ruang kelas di depan,” kata Kabid Dikdas Dikpora Mataram H Zainal Arifin, kemarin(26/8).

Permintaan Unram untuk memakai tiga lokal akan diizinkan. Tetapi ia berharap pihak Unram tidak menggunakan ruang kelas di depan. Mengingat di ruang tersebut tempat pembelajaran anak SD. “Kalau anak SD dan mahasiswa berkumpul kan rasanya kurang baik,” katanya.

Ia meminta Unram menggunakan ruang di belakang. Sehingga tidak bercampur antara siswa dan mahasiswa dalam proses belajar mengajar.

Zainal sudah membuat surat balasan kepada pihak Unram terkait penggunaan tiga lokal ruang kelas tersebut. Isi surat tersebut, ia berharap pihak Unram tidak memakai kelas itu dulu. Sebagai solusi, Unram bisa menggunakan yang di belakang. “Kami juga akan pindah 2016 sesuai dengan perjanjian,” katanya.

“Tetapi  berikan waktu belajar di sini sampai ada tempat lain,” tambahnya.

Sesuai perjanjian pada Juni 2016, ia sudah mengosongkan tempat itu. Namun kali ini ia meminta mahasiswa tidak bercampur belajar dengan anak SD.

Menanggapi hal tersebut Rektor Unram Prof Sunarpi akan mencarikan solusi. Ia akan duduk bersama dengan Dinas Dikpora Mataram. Selain itu, dia juga sudah meminta Wakil Rektor IV untuk bertemu kepala sekolah untuk mencari solusinya. Untuk lokasi digunakan siswa SD akan dicarikan tempat dan fasilitas nyaman. Karena saat ini mahasiswa Unram Fakultas FKIP makin banyak peminatnya. Hal tersebut membuat Unram membutuhkan tempat perkuliahan.

Ia juga akan melakukan koordinasi dengan dekan FKIP seperti apa kondisinya. Karena kampus ini dipakai oleh prodi PGSD dan PGPAUD. “Apapun aktivitas di dalam kampus menjadi tanggung jawab Unram,” katanya.

Menurutnya, pihak sekolah seharusnya mencari tempat lain. Pasalnya, Unram saat ini membutuhkan ruang kelas cukup banyak. “Kita akan duduk bersama nanti untuk mencari solusi agar anak SD nyaman belajar,” katanya. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *