Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Ambil Sisi Positif dari Pelemahan Rupiah

Bagikan

MATARAM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih terjadi. Rupiah saat ini sudah menembus level Rp 14.100 per dolar AS.

Kepala Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia (BI) NTB Prijono mengatakan pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar AS harus diambil sisi positifnya. Artinya, dalam kondisi terdesak seperti ini masyarakat harus lebih inovatif dan kreatif membuka peluang.

a�?Di daerah pariwisata misalnya, wisatawan asing bisa berbelanja lebih banyak karena harga lebih murah bagi mereka. Ini merupakan peluang bagus bagi kita,a�? katanya.

Kondisi pelemahan rupiah ini sebenarnya akibat kondisi makro ekonomi Indonesia lemah, tak terkecuali NTB. Karena masih banyak bergantung pada barang-barang impor. Sehingga salah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi efek melemahnya rupiah adalah mengurangi impor.

a�?Kurangi impor, dan naikkan pendapatan rakyat dengan proyek-proyek pemerintah dan harus cepat,a�? jelasnya.

Ia menilai masih banyak barang-barang impor yang dipakai di masyarakat. Seperti handphone, yang mana komponennya adalah impor, dan kini menjadi lifestyle. Bahkan kedelai juga masih diimpor, terutama untuk bahan baku tempe.

a�?Perajin tempe masih impor kedelai Amerika. Padahal, sebenarnya bisa pakai kedelai lokal,a�? papar Prijono.

Prijono mengakui, pelemahan mata uang saat ini, tidak hanya dialami rupiah saja. Banyak mata uang di banyak negara melemah terhadap dolar AS.

a�?Yen, yuan, ringgit, dan rupiah juga begitu. Artinya memang dolar lebih kuat kepada semua mata uang. Indonesia sebagai jalur perdagangan China pun kena imbasnya,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *