Ketik disini

Selong

Beragam Persoalan Harus Diatasi Segera

Bagikan

Terus molorya rencana pengerjaan lanjutan dermaga Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim) tak lepas dari beragam persoalan yang membelit sedari dulu. Hal itu seolah menjadi beban berat yang menghantui para pengambil kebijakan untuk bertindak.

***

MIMPI besar Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan memang patut diacungi jempol. Ia mendambakan sebuah pelabuhan besar yang bisa menjadi kebanggan di daerahnya. Tak sekadar dibanggakan saja, pelabuhan itu dalam bayangannya akan menjadi urat nadi penyuplai sari makanan ke seluruh bagian tubuh Gumi Selaparang.

Sebuah cita-cita yang mulia, lantaran Dermaga Labuhan Haji ingin dihidupkan untuk memakmurkan masyarakat. Namun layaknya kehidupan, tak ada yang mulus begitu saja. Sering kali ada kerikil penghalang yang harus dilalui. Bahkan bila tak hati-hati bukan tak mungkin itu menjadi batu sandungan yang justru menghentikan langkah.

Buktinya pada pembangunan terdahulu, pelabuhan ini dinggap bermasalah. Sejumlah orang terkait bahkan harus duduk di meja hijau dan menyeret sejumlah pejabat lainnya ke balik jeruji. Bahkan hingga kini, kawasan itu disebut-sebut masih terus dalam radar para penegak hukum. Di zaman Bupati Sukiman terdahulu, pengerjaan dermaga bahkan dihentikan total. Alasannya sederhana, tidak menjanjikan, menimbulkan masalah, dan dianggap tidak layak dikembangkan.

Belum lagi rencana menggandeng NNT yang kandas di tengah jalan. Ini seolah menjadi penghalang pejabat yang lain untuk melanjutkan. Wajar saja Dinas Pekerjaan Umum (PU) sangat berhati-hati dalam melanjutkan pembangunan. Bahkan dana Rp 35 miliar yang sudah di tanda tangani bupati belum bisa dipakai hingga kini.

‘’Kita masih lakukan penghitungan terus,” kata Marhaban Kepala Dinas PU Lotim.

Ia tak ingin bermaslah dikemudian hari. Penghitungan menyeluruh untuk pelebaran anjungan, penambahan batu pemecah gelombang, pembangunan gudang, hingga pendalaman dermagapun harus ditunda hingga tahun depan. Ini membuat dewan tak henti memberikan sorotan. Anggaran yang ada kemungkinan besar dialihkan ke sektor lain, bahkan bisa saja tak lagi disetujui penganggarannya kelak.

‘’Antara dialihkan atau kembali ke kas negara, karena ini membebani,” kata HM Khairul Rizal, Ketua DPRD Lotim.

Jika saja masalah yang ada bisa diatasi segera, bukan tak mungkin kita kembali melihat kapal berlalu lalang di bandar tersebut. Bukan seperti saat ini yang hanya sesekali didatangi kapal pengangkut cangkang sawit atau batu bara.

Wakil Bupati Lotim, H Haerul Warisin pernah mengatakan jika bisa dimanfaatkan beragam kebaikan akan dirasan. Bayangkan jika dijadikan pelabuhan bongkar muat untuk semen, lonjakan harga akibat kurangnya pasokan mungkin tak lagi ada.

Bayangkan pula jika bisa dilabuhi kapal pupuk, mungkin tak ada lagi cerita petani membeli pupuk dua kali lipat dari harga eceran tertinggi. Bisa juga untuk beragam barang lain, bahkan penyebrangan sekalipun.

Untuk mengatasi hal itu, beragam persoalan yang ada harus segera diatasi. Jangan sampai masalah yang muncul membuat rencana besar ini kembali sebatas mimpi. Entahlah, yang jelas masyarakat berharap yang terbaik untuk pembangunan di daerahnya. Semoga. (Wahyu Prihadi/Selong)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *