Ketik disini

Politika

DPRD Lampung Tertarik Pariwisata NTB

Bagikan

MATARAM – Pariwisata di NTB memang menjadi primadona di Indonesia. Tidak heran jika anggota DPRD Provinsi Lampung ingin banyak belajar dari NTB terutama terkait pengelolaan sektor pariwisata. Tidak hanya itu, DPRD Provinsi Lampung juga melakukan study banding terkait peraturan daerah (perda).

Sebanyak 12 anggota Badan Pembentuan Peraturan Daerah (Bapem Perda) bertemu dengan pimpinan DPRD NTB. Rombongan DPRD Lampung yang dipimpin Fauzan Sibron banyak membahas berbagai hal mengenai paraturan daerah di NTB.

Salah satu yang banyak menuai pertanyaan terkait pengembangan pariwisata di NTB baik di Lombok maupun Pulau Sumbawa. Mereka disambut hangat oleh dua pimpinan DPRD NTB yakni Mory Hanafi dan H Abdul Hadi termasuk oleh Plt Sekretaris DPRD NTB Mahdi.

Fauzan Sibron menegaskan pihaknya tertarik dengan pola pengelolaan pariwisata NTB. Terlebih saat ini pariwisata NTB terus melonjak tajam meskipun wilayahnya berdekatan dengan Bali yang merupakan icon pariwisata nasional bahkan internasional.

“Kami juga mendengar jika ada kerja sama antara Bali dan NTB. Bagaimana pola pembagian keuntungan terutama menyangkut PAD,” ujar Fauzan di DPRD NTB kemarin (27/8).

Persoalan lain yang menarik bagi mereka di mana NTB khususnya Pulau Lombok yang dikenal sebagai pulau seribu masjid dan kaitannya dengan keberadaan pariwisata. Mereka menanyakan apakah ada peraturan khusus yang diterapkan bagi wisatawan di daerah seribu masjid. Lagipula, pemimpin yang menjabat Gubernur NTB merupakan figur ulama.

Menanggapi hal itu, H Abdul Hadi menyatakan bahwa NTB akan mewujudkan pariwisata syariah dengan melirik wisatawan Timur Tengah dan sejumla negara asia lainnya. Menurut dia, NTB juga berupaya semaksimal mungkin menarik investor melalui pengembangan pariwisata.

Plt Sekretaris DPRD NTB Mahdi lebih lugas menjelaskan posisi terkini pariwisata NTB. Dia bahkan memaparkan kawasan-kawasan wisata yang menjadi daya tarik wisatawan baik nasional maupun wisatawan mancanegara.

“Tentu kami tidak ingin terlalu memberikan kebebasan kepada wisatawan asing. Mereka harus mengikuti peraturan dan adat istiadat setempat. Kalau di kawasan Gili Trawangan, masyarakat sudah membentuk awig-awig,” ujar Mahdi sembari menjelaskan sekelumit sejarah kawasan tiga gili kepada legislator DPRD Lampung itu.

Mahdi yang pernah menjabat Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata NTB itu pun sangat luwes dalam memaparkan objek wisata di NTB. Termasuk pola penanganan dan pengelolaan pariwisata. Menurut dia, meskipun wisatawan NTB ada yang lebih dulu berkunjung ke Bali, namun tidak sedikit dari mereka yang malah kembali berkunjung ke Lombok atau destinasi wisata lainnya di Pulau Sumbawa.

Pemaparan Mahdi tersebut karuan membuat anggota DPRD Lampun tertarik untuk bekerja sama dengan Pemprov NTB. Bahkan di antara mereka menanyakan bagaimana pola kerja sama terutama terkait dengan kesiapan transportasi dan pemandu wisata NTB.

Legislatof DPRD Lampung justru menawarkan agar hubungan antara daerah lebih intensif sehingga tidak hanya pada sektor pariwisata, kerja sama antardaerah dapat dilakukan dalam sektor lainnya. Mereka juga berharap legislatof DPRD NTB dapat berkunjung ke Lampung untuk bertukar pengalaman dan informasi mengenai pengelolaan daerah terutama menyangkut peraturan daerah. (tan/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *