Ketik disini

Praya

Loteng Siapkan Perda Perlindungan Lahan

Bagikan

PRAYA – Komisi II DPRD Lombok Tengah (Loteng) mulai mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) lahan berkelanjutan. Payung hukum itu, akan mengatur perlindungan lahan pertanian yang tersebar di seluruh Loteng. Caranya, tidak memberikan izin pembangunan fisik apa pun, kepada masyarakat di lahan produktif.

“Kita ingin, ada kawasan tertentu di Loteng ini yang dipertahankan. Jangan sampai sempit karena maraknya pembangunan,” kata ketua Komisi II DPRD Loteng Lalu Rumiawan, kemarin.

Dikatakannya, acuan pembuatan dokumen hukum tersebut yaitu, Perda provinsi NTB Nomor 1 tahun 2013, tentang Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Jika tidak cepat dipikirkan dan disiapkan, dikhawatirkan produksi pertanian mulai berkurang, hingga berakibat pada krisis pangan.

Salah satu poin penting dari aturan itu, terang Rumiawan adanya perlindungan, perencanaan, penetapan, pengembangan, pemanfaatan dan pengawasan lahan pertanian. Agar tepat sasaran, setiap warga diberikan sosialisasi aturan. Jika melanggar, maka disiapkan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita berharap, Perda ini nantinya berbarengan dengan keseriusan dinas dan instansi teknis dalam rangka irigasi pertanian, waduk dan embung,” ujar politisi partai Golkar tersebut.

Dia menambahkan, penyebaran penduduk menjadi penyabab utama pembangunan yang tak terkendali . Karena, di sejumlah lahan produktif mulai dibangun perumahan, perkantoran dan perhotelan. Akibatnya, kebutuhan pangan harus bergantung dengan daerah lain, bahkan impor.

“Ini yang harus kita pikirkan dan laksanakan bersama,” katanya.

Dia pun berharap agar dinas dan instansi terkait, memberikan sumbangsih pemikiran dalam rangka menghasilkan payung hukum yang sempurna. Tidak memberatkan atau merugikan siapa pun. Kecuali, kepentingan keberlanjutan lahan pertanian.

“Kalau ada beberapa wilayah yang belum memiliki embung atau waduk, tolong pemerintah segera menyiapkan fasilitas, sarana dan prasarana itu,” serunya.(dss/r14)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *