Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Peran BI di Daerah Harus Diperluas

Bagikan

MATARAM – Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) berharap peran Bank Indonesia (BI) harus diubah dan diperluas. Tidak hanya menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tetapi juga untuk mendukung pembangunan ekonomi di daerah.

a�?BI harus lebih fokus pada upaya mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di daerah,a�? kata Departemen Manajemen Strategi dan Tata Kelola BI Faris Budiawan pada Lombok Post kemarin(27/8).

Dalam menjalankan tugasnya di daerah, Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia harus memperhatikan aspek tata kelola dalam mencapai tujuannya secara efisien. Di mana tata kelola bank sentral terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal.

Pada konteks kanwil daerah, aspek tata kelola eksternal menjadi begitu relevan karena sinergi yang baik antara BI dengan pemangku kepentingan di daerah mampu memberikan dampak signifikan pada tingkat inflasi dan perkembangan ekonomi.

a�?Diperlukan kajian untuk menelaah efektivitas tata kelola eksternal Kanwil BI dari berbagai sisi. Misalnya bentuk kerja sama, koordinasi dengan stakeholder, identifikasi hambatan yang dihadapi. Serta memberi rekomendasi agar tata kelola eksternal dapat optimal dan mencapai tujuan,a�? paparnya.
Anggota DPR RI Komisi XI H Willgo Zainar menuturkan, kondisi perekonomian mengalami ketimpangan di daerah. Khususnya pada sektor pertanian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan infrastruktur.

a�?Sayangnya tiga sektor ini belum mendapatkan perhatian dari perbankan. Persoalan yang dihadapi adalah permodalan. Oleh sebab itu, KUR (kredit usaha rakyat) harus diwujudkan,a�? terang Willgo.

Politisi Gerindra ini mengatakan, terbatasnya peran BI karena undang-undang yang mengatur bank sentral Indonesia tersebut membatasi perannya. Oleh karena itu revisi undang-undang BI perlu dilakukan agar BI ke depan lebih diperluas perannya.

a�?Saat ini DPR sedang membahas peran BI ke depannya melalui RUU. Penting kiranya BI peranannya tidak hanya untuk inflasi dan moneter. Tapi bisa membantu dalam mensejahterakan masyarakat dan terbukanya lapangan kerja,a�? terangnya.

Kepala Kanwil BI NTB Prijono mengharapkan melalui pertemuan tersebut diperoleh masukan untuk merevisi undang-undang BI agar peranannya lebih diperluas dan dapat mendorong sektor-sektor yang menyumbang inflasi di daerah.

Sejauh ini peranan BI secara eksternal adalah program cluster, penanaman cabai di luar musim, hingga bantuan pada UMKM dan peternakan sapi. Diharapkan sebagai percontohan, program ini dapat diikuti oleh pihak lain.
a�?BI sebenarnya ingin memiliki peran lebih, tapi ada koridor atau UU yang harus ditaati. Dari masukan-masukan tadi semoga bisa menjadi bahan dalam merevisi RUU BI,a�? tutupnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *