Ketik disini

Headline Kriminal

Penyelidikan Proyek Lampu Jalan Berlanjut

Bagikan

MATARAM – Penyelidikan kasus dugaan korupsi di beberapa proyek yang dijalankan oleh Dinas Pertamanan Kota Mataram, salah satunya Penerangan Jalan Umum (PJU) dipastikan terus berlanjut. Hal tersebut ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Rodiansyah, kemarin (28/8).
a�?Masih jalan terus itu. Tapi saat ini masih masuk dalam tahap penyelidikan,a�? ujar Kajari Mataram Rodiansyah, kemarin (28/8).

Dalam perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Kejari Mataram, lanjutnya, sejauh ini pihaknya telah memeriksa dua orang, yaitu Kadis Pertamanan Kota Mataram dan Inspektorat.

a�?Baru dua orang yang kita panggil. Cuma dimintai keterangan saja oleh tim penyelidik,a�? kata Rodiansyah.

Kejari Mataram, lanjutnya, memang menunjukkan keseriusannya mengusut kasus ini. Sebagai lembaga penegak hukum, kejaksaan menjawab harapan masyarakat agar segera bertindak mengumpulkan bukti dan data di lapangan.

a�?Dulu kan sudah pernah kita turun lapangan,a�? ujarnya.

Pengecekan lokasi oleh Kejari Mataram, dilakukan di sepanjang ruas jalan yang menjadi lokasi proyek dari Dinas Pertamanan Kota Mataram. Terutama untuk menghitung volume salah satu proyek yang dilakukan oleh Dinas Kota Mataram, yaitu PJU LED.

Sementara itu, untuk melengkapi hasil pengecekan di lokasi, tim dari Kejari sendiri terus mengumpulkan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kegiatan yang dimaksud.

Dari bukti-bukti tersebut, selanjutnya, baru bisa dilakukan telaah secara yuridis untuk menentukan, apakah perkara tersebut dapat ditingkatkan ke tahap yang lebih tinggi lagi.

Kasus ini bermula dari temuan inspektorat, terkait dugaan korupsi di beberapa proyek yang dijalankannya Dinas Pertamanan Kota Mataram.

Proyek pergantian lampu penerang jalan umum (PJU) konvensional menjadi PJU jenis Light Emitting Diode (LED) senilai Rp 1,8 miliar pada tahun anggaran 2014 diduga menyimpang.

Modusnya, di akhir masa kontrak, pekerjaan telah dinyatakan selesai 100 persen. Sehingga telah dibayarkan secara keseluruhan pada rekanan. Padahal, kenyataan di lapangan, sampai tiga hari setelah masa kontrak berakhir, pihak ketiga masih mengerjakan proyek tersebut.

Dalam pengerjaan penggantian lampu PJU ke LED di Jalan Langko dan Jalan Selaparang dengan masa kontrak tanggal 21 Oktober-19 Desember 2014 untuk penggantian 145 titik lampu dengan nilai Rp 1,5 miliar lebih. Namun diduga sampai tanggal 23 Desember 2014 belum ada pengerjaan pemasangan lampu.

Fakta ini berbeda dengan berita acara kemajuan pengerjaan yang dibuat per 20 Desember yang menyatakan, kemajuan pengerjaan sudah mencapai 32,86 persen. Berita acara ini kemudian dijadikan dasar perpanjangan waktu kontrak (addendum) yang pertama.

Selanjutnya berdasarkan berita acara penilaian sementara penerimaan hasil pekerjaan dari Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Nomor 450/PHO/2014 pada 31 Desember, menyatakan kemajuan fisik pekerjaan telah mencapai 42,74 persen.

Berita acara ini menjadi dasar bagi Addendum kedua dengan perpanjangan waktu paling lama 50 hari sejak addendum ditandatangani. Pekerjaan ini mengalami dua kali perpanjangan waktu.

Meski prestasi rekanan buruk dan tidak adanya prestasi pekerjaan, namun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diduga telah mencairkan semua sebesar Rp 1,5 miliar lebih kepada rekanan tanpa ada jaminan apa-apa. Sehingga rentan terjadi penyelewengan.

Meski akhirnya pengerjaan tuntas dilakukan oleh rekanan, namun tindakan ini bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 194/PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Anggaran dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan yang Tidak Terselesaikan Sampai dengan Akhir Tahun Anggaran. (cr-dit/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *