Ketik disini

Praya

Putrie Ancam Loteng Rusuh

Bagikan

PRAYA – Terdakwa kasus perusakan Hotel Lombok Baru, HL Muhammad Putrie mengingatkan potensi gejolak sosial di Lombok Tengah (Loteng). Menurutnya, hal tersebut mungkin terjadi jika dirinya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Praya dalam kasus tersebut.

Putrie ini melihat gejolak yang terjadi saat penundaan sidang putusan Kamis (27/8) lalu. Kericuhan sempat terjadi di depan PN Praya hingga aksi pembakaran bangunan di Pantai Kuta.

“Bukannya saya mengancam, tapi itu jawaban satu kebenaran. Masak yang benar, dikatakan salah. Sebaliknya, yang salah menjadi benar,” kata Putrie, kemarin.

Putrie mengaku sudah berkali-kali mengungkapkan bahwa pengerusakan hotel Lombok Baru akhir tahun 2013 lalu, bukan atas perintah dirinya. Namun, murni gerakan yang dilakukan masyarakat.

“Jangan kemudian, kasus itu dikait-kaitkan lagi dengan saya,” sindirnya.

Dikatakannya, gerakan yang dilakukan warga Desa Ketare, Tanak Awu, Pengembur, Kuta, Rambitan, Prabu dan Penujak murni mempertahankan obyek wisata publik. Karena, obyek wisata Pantai Kuta, dari ujung Pondok Senek-Benjon dikuasai negara dan dikelola sepenuhnya oleh pemkab, untuk kepentingan publik.

Sehingga, kata Putrie siapa pun itu mereka tidak berhak menguasai lahan yang dimaksud.

“Semoga hukum kita di Gumi Tatas Tuhu Trasna ini tidak tumpul pada kebenaran,” sindir pria kelahiran Katare tersebut.

Dia menekankan agar hakim obyektif dan rasional dalam menjalani tugas sebagai wakil Tuhan di dunia. Bukan sebaliknya, membela mereka yang bermodal besar. “Semoga hakim tidak terpengaruh bisikan dan rayuan. Tapi, tetap teguh dalam pendirian sebagai wakil Tuhan di dunia,” kata Putrie.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *