Ketik disini

Praya

Simpeg Tak Dikelola Maksimal

Bagikan

PRAYA – Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng) menilai program Sistem Informasi Kepegawaian (Simpek), di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat tidak dikelola maksimal. Terbukti, penempatan pegawai dan pejabat setiap pelaksanaan mutasi, tidak didasari atas kemampuan sumberdaya manusianya.

“Yang ada, malah asal-asalan saja. BKD sesuka hatinya menempatkan pegawai dan pejabat,” kata anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli, kemarin (28/8).

Padahal, kata Supli urusan penempatan itu menjadi tanggungjawab dinas dan instansi terkait, melalui rekomendasi usulan. BKD hanya menerbitkan surat keputusan (SK).

“Ini yang saya maksud pentingnya Simpek itu. Karena, Simpek menggambarkan kemampuan seluruh pegawai dan pejabat,” katanya.

Gambaran itu, ungkap Supli sebagai dasar penempatan pegawai dan pejabat.

“Masak sarjana hukum, ditugaskan sebagai pegawai pertanian. Apa tahunya dia urusan benih padi, pupuk dan lahan pertanian,” sindir politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Parahnya lagi, lanjut Supli ada pegawai dan pejabat yang ditempatkan tidak didasari atas unsur sosiologis dan geografis.

“Ada lagi, bidan di Tampak Siring Batukliang Utara (BKU), justru dipindah tugaskan ke Darek Praya Barat Daya. Ini apa-apaan,” tegasnya.

Sehingga, kata Supli menjadi hal yang wajar, abdi negara yang ditempatkan itu ada yang malas-malasan bekerja. Akibatnya, warga pun menolak keberadaan mereka.

“Ini adalah potret tata kelola pemerintahan yang tidak sehat. Penempatan seseorang, tidak disesuaikan dengan kemampuan dan jarak rumah,” katanya.

Dia menyarankan agar kedepannya, bupati dan wakil bupati meninjau ulang kebijakan BKD. Dengan cara itu, tambah Supli penempatan abdi negara lebih obyektif dan proporsional sesuai kebutuhan di tengah masyarakat.

“Ini menjadi pelajaran bagi dinas atau instansi lainnya juga. Tolong perhatikan kemampuan, keahlian dan keterampilan. Bukan, atas dasar suka dan tidak suka, kekeluargaan atau kedekatan khusus,” katanya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *