Ketik disini

Metropolis

BBLS Bangkitkan Gairah Perupa Lombok Timur

Bagikan

MATARAM – Perhelatan Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) 2015 memberikan angin segar bagi perkembangan seni rupa. Dalam rangkaian kegiatan yang digelar selama sebulan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB memfasilitasi seni rupa untuk ambil bagian dalam kegiatan ini. Secara bersamaan, pameran seni rupa digelar di Taman Budaya NTB dan Lombok Epicentrum Mall (LEM), kemarin(30/8).

Di Taman Budaya, pameran diikuti para seniman perupa dari Lombok Timur. Pameran yang bertaruk a�?Merajut Waktua�? tersebut diisi oleh para seniman perupa yang tergabung dalam komunitas seni rupa Lombok Timur a�?Sanggar Waktu.a�? Sebanyak 15 orang anggota sanggar ini ambil bagian dalam pameran yang akan digelar sampai 5 September mendatang.

a�?Kami memfasilitasi semua cabang kesenian. Selain seni rupa ini, ada juga pertunjukan sejak tanggal 18 Agustus,a��a�� kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB HL Mohammad Faozal saat membuka kegiatan di Taman Budaya.

Dikatakan, pameran yang digelar dalam rangkaian BBLS 2015 ini bertujuan mengenalkan seni rupa pada khalayak. Bagi seniman perupa sendiri, ajang ini menjadi wadah mereka untuk membuktikan karyanya. Budpar, melalui Taman Budaya NTB, sebagai penyelenggara kegiatan memfasilitasi untuk mempertemukan perupa a�� khalayak. a�?Saya mengapresiasi atas karya-karya seniman dari Lombok Timur ini,a��a�� ujarnya.

Walaupun mengaku tidak mengerti lukisan, Faozal yang melihat lukisan-lukisan yang dipamerkan menilai sangat bagus. Para seniman perupa Lombok Timur memiliki ciri masing-masing. Tema-tema lukisannya juga beragam. Faozal berharap karya-karya para seniman perupa Lombok Timur ini bisa terus dikembangkan. a�?Kami mendukung dengan memfasilitasi kegiatan-kegiatan seperti ini,a��a�� katanya.

Ketika melihat lukisan yang dipamerkan, Faozal mengaku tertarik dengan lukisan berjudul a�?Tuan Guru Ku.a�? Lukisan itu adalah potret ulama NTB TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Lukisan itu dibuat oleh Indra Wardana. Lukisan itu wajah pendiri NW itu ketika sudah sepuh.

a�?Semua orang mengakui beliau sebagai ulama besar di NTB. Sebagai wujud kecintaan pada beliau, saya menuangkan lewat lukisan ini,a��a�� kata pria yang sehari-hari menjadi pendidik di SMAN 2 Selong ini.

Para seniman perupa yang ambil bagian dalam pameran ini berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang berasal dari latar belakang guru seni, guru biasa, kepala sekolah, mahasiswa, seniman. Latar belakang yang beragam ini memberikan corak tersendiri dalam karya mereka.

Salah seorang pelukis Sahlan misalnya. Sehari-hari dia menjabat sebagai Kepala SDN 1 Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Tapi di luar profesi a�?resminyaa�? itu, Sahlan produtif menuangkan idenya di atas kanvas.

a�?Ini hobi sejak lama,a��a�� kata pria yang menamatkan pendidikan bimbingan konseling (BK) di STKIP Hamzanwadi Pancor ini. (fat/r10/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *