Ketik disini

Sumbawa

Inilah Rahasia Sukses Bos Kopi Kapal Api

Bagikan

SUMBAWA – “Pada ekonomi modern ini, masa depan tidak ditentukan oleh menteri, pejabat atau rector, melainkan ditentukan oleh pengusaha,” Demikian sepenggal kata dari pendiri UTS, Dr H Zulkieflimansyah.

Kalimat ini disampaikan Dr Zul sebagai kata pengantar sebelum kuliah umum bagi ratusan mahasiswa baru Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) di kampus UTS Sabtu lalu.

Yang memberi kuliah umum adalah salah satu orang kaya di Indonesia, Bos Kapal Api, CEO PT Santos Abadi Jaya, Soedomo Mergonoto.

Pengusaha sukses Indonesia ini menjadi salah satu dewan penyantun UTS. Dalam pemaparannya, ternyata Soedomo tidak mengenyam pendidikan perguruan tinggi alias bukan sarjana. Nah, kisah suksesnya inilah yang disampaikan kepada para mahasiswa baru dengan harapan menjadi motivasi para elang muda (sebutan mahasiswa UTS) untuk sukses di masa depan.

“Saya iri melihat adik-adik yang bisa mengeyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Tidak seperti saya yang tidak pernah merasakan bangku kuliah,” ujar Domo-akrab pengusaha ini disapa di hadapan para mahasiswa yang memadati lapangan UTS, Sabtu (29/8).

Ia mengaku orang tuanya berasal dari RRC datang ke Indonesia pada Tahun 1920 lalu tanpa sepeser uangpun.

Ironisnya lagi saat itu orang tuanya yang masih berumur 16 tahun dalam kondisi tidak bisa membaca alias buta huruf dan tidak mampu berbahasa Indonesia. Untuk bertahan hidup, orang tuanya mengawali usahanya dengan menjual sayur. Setelah 8 tahun bergelut di sayur mayur, orang tuanya beralih menjual kopi bubuk dengan cara dipikul. Usaha ini dilakukan selama 10 tahun lebih. “Alat pikulnya ini masih ada dan saya museumkan untuk mengenang bagaimana awal dari usaha ini,” ucapnya.

Dengan kerja keras dan ketekunan, orang tuanya berhasil membangun pabrik kopi, kendati berukuran mini atau luasnya tidak lebih dari 50 meter persegi. Usaha kopi ini kemudian beralih kepadanya dan berkembang pesat. Hal ini tidak lain buah dari kerja keras. Ia tidak bisa mengklaim apakah usaha ini berkembang karena hasil kerja orang tuanya ataukah dirinya. Namun yang paling penting perusahaan tersebut menjadi besar karena kerja tim.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa karyawan yang menggerakkan kegiatan usaha di dalam pabrik,” akunya.

Usaha ini mulai besar pada Tahun 1975 ketika pemerintah memperbolehkan iklan di TVRI. Itulah kesempatan baginya mempromosikan kopi yang kemudian menjadi terkenal. Akhirnya perusahaan tersebut menggurita tidak hanya di dalam tapi juga di luar negeri. Bahkan beberapa usaha lainnya ikut tumbuh. Untuk menjadi pengusaha sukses seperti dirinya, Domo meminta mahasiswa untuk terus belajar.

Menurutnya, jaman dahulu sangat berbeda dengan jaman sekarang. “Kalau jaman dulu kita masih menggunakan kekuatan badan kita untuk berjuang, tapi sekarang tidak bisa lagi karena sudah jamannya teknologi dan informasi. Jadi siapa yang punya ilmu dan menguasai informasi itu yang akan menjadi pemenang,” cetusnya.

Misalnya, ingin menjadi pengusaha sukses, harus mengetahui informasi atau membaca peluang apa yang paling disukai oleh orang yang berduit. Atau membuat produk bagaimana orang mau membelinya. Jika produk yang dibuat tidak laku atau tidak mau dibeli orang, berarti usaha tersebut gagal.

Jadi untuk menjadi pengusaha sukses butuh proses dan kesabaran, serta mempersiapkan diri. Karenanya Domo berharap jika ingin menjadi pengusaha, mahasiswa dapat mempersiapkan diri dari sekarang. Karena kesempatan dan masa depan itu hanya datang untuk orang yang mempersiapkan diri. (jar/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *