Ketik disini

Selong

Nyongkolan Jangan Seenaknya

Bagikan

SELONG – Menggelar prosesi Nyongkolan (ritual perkawinan adat Sasak, Red) tak boleh seenaknya. Pesan itu yang disuarakan Kasat Lantas Polres Lombok Timur (AKP) Supyan Hadi, Sabtu (29/8) lalu. Dihadapan puluhan mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di Gumi Selaparang, ia berpesan tetap mengikuti aturan yang ada walaupun sedang melakukan kegiatan nyongkolan.

a�?a��Jangan sampai merugikan orang lain,a�? katanya.

Hal itu disampaikan terkait masih adanya sejumlah persoalan yang ditemukan saat prosesi adat nyongkolan dilakukan. Yang pertama tentu saja persoalan kemacetan, utamanya jika diadakan di jalan-jalan utama. Untuk itu, setiap pihak yang hendak melakukan kegiatan diimbau melaporkan kepada pihak berwajib.

a�?a��Jangan takut dimintai uang, itu gratis kok,a�? lanjutnya.

Lantaran tak ada yang melapor, polisi sering kali terlambat datang. Akibatnya kemacetan parah yang mengular hingga beratus meter bahkan hitungan kilo meter. Dengan informasi awal, rekayasa lalu lintas semisal pengalihan arus dapat dilakukan agar tak mengorbankan pengendara lainnya.

Persoalan kedua yang masih ditemui ialah para peserta pawai nyongkolan kerap mabuk-mabukan. Hal tersebut rentan memicu perselisihan yang berujung pertikaian.

a�?a��Kami tak mungkin cek satu persatu, untuk ini para tokoh harus mengingatkan,a�? lanjut Hadi.

Senada dengannya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Lotim, Khairil Anwar Mahdi mengungkapkan prosesi adat nyongkolan harus dilakukan dengan mengikuti beragam aturan terkait lainnya. Kendati merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan, bukan berarti nyongkolan boleh dilakukan dengan serampangan.

a�?a��Jangan seenaknya, ada tata cara dan tata keramanya,a�? kata Khairil Anwar Mahdi, Sabtu lalu (29/8).

Menurut Khairil Anwar, aturan hukum menjadi hal yang harus dipatuhi. Disamping itu, kegiatan ini juga harus mengikuti aturan agama yang ada. Sehingga kegiatan nyongkolan tak lagi mengganggu ketertiban lalu-lintas dan diikuti aksi mabuk-mabukan. a�?Adat yang bertujuan luhur jangan dicampur baurkan dengan hal negatif,a�? pungkasnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *