Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Rupiah Merosot, Pengaruhi Okupansi Hotel

Bagikan

MATARAM – Naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berdampak terhadap pelaku pasriwisata, khususnya perhotelan. Meski dalam jangka pendek tidak terlalu signifikan, namun dalam jangka panjang pelemahan rupiah membuat pelaku usaha harus berhitung kembali.

Bila ekonomi nasional melemah secara otomatis daya beli masyarakat ikut melemah. Dengan kondisi itu, lanjutnya, akan berimbas pada tingkat hunian (okupansi) hotel di city hotel.

a�?Kalau di daerah resort mungkin lebih menguntungkan, tapi yang city hotel lebih banyak tamu lokal dan bisnis,a�? ungkapnya.

Ia menilai, naiknya dolar membuat Indonesia menjadi negara dengan destinasi wisata murah untuk wisatawan asing. Masalahnya, yang mengalami penurunan ini tidak hanya rupiah namun juga beberapa mata uang lain.

Namun, ia optimis perhotelan masih mampu mengendalikan dampak dari pelemahan rupiah ini. Lantaran melihat sebagian besar produk hotel menggunakan produk lokal dan nasional.

a�?Sekitar 90 persen kami pakai produk lokal dan nasional, jadi tidak terlalu berdampak,a�? katanya.

GM Hotel Santika Mataram Reza Bovier menuturkan, pelemahan rupiah tentunya memberi dampak positif dan negatif. Oleh karena itu, pihaknya tetap waspada terhadap semua kemungkinan yang tidak baik.

a�?Sejauh ini, okupansi kami masih stabil. Dampak yang paling terasa adalah ketika hotel menggunakan produk impor,a�? ujar Reza.

Agar tidak terjadi ketergantungan barang impor, lanjutnya, jauh sebelumnya Hotel Santika Mataram tetap berkomitmen menjaga dan mengutamakan kearifan lokal. Sudah saatnya semua pihak memberdayalan pasokan lokal yang tidak kalah kualitasnya.

a�?Melalui AHM (Asosiasi Hotel Mataram), kami merencanakan pertemuan dengan puluhan GM hotel untuk mensinergikan bersama organisasi lain dalam mewujudkan pariwisata yang maju. Salah satunya kearifan lokal,a�? tandasnya.

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyuddin. Dia menilai pelemahan rupiah akan berdampak positif bagi daerah tujuan wisata. Karena biayanya akan terasa lebih murah. Tapi disisi lain, akan terasa berat bagi hotel yang memasang tarif dengan mata uang dolar.

a�?Pengaruh dolar hanya berdampak pada tingkat hunian hotel yang menggunakan manajemen asing dan transaksinya memang berpatokan pada mata uang asing,a�? kata Wahyu. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *