Ketik disini

Headline Selong

Tiga Konflik Mengintai Lotim

Bagikan

SELONG – Kendati terkesan adem ayem, pemerintah kabupaten Lombok Timur (Lotim) diminta tak terlena. Daerah ini sedikitnya kini dihadapkan pada tiga potensi konflik yang harus segera dicarikan solusinya. Hal tersebut mengemuka dalam rapat Komunitas Intel Daerah (Kominda) Lotim, kemarin (31/8).

a�?a��Pemerintah harus hati-hati dalam mengambil langkah,a�? kata Fauzan yang memimpin rapat tersebut, kemarin (31/8).

Kabid Pengkajian Masalah Strategis dan Pengkajian Konflik, Bakesbangpoldagri Lotim itu mengatakan jika salah langkah bukan tak mungkin hal yang ditakuti terjadi. Karena itu, setiap persoalan yang ada harus selalu disikapi dengan serius. Sesegera mungkin dicarikan solusi dengan mencari jalan keluar terbaik yang paling sedikit negatifnya.

a�?a��Kita harus berkomitmen terhadap itu,a�? serunya.

Ketiga persoalan yang dimaksud ialah Hutan Sekaroh, perambahan hutan Rinjani di Jurangkoak, dan penyerangan bernuansa agama di Pringgasela. Ketiga hal yang belakangan mencuat memiliki persoalan yang berbeda satu dengan lainnya.

Hutan Sekaroh membawa kabupaten dan provinsi seolah berhadap-hadapan karena berbeda pendapat. Kabupaten menolak sedangkan provinsi seperti memberi lampu hijau.

Sedangkan untuk Jurangkoak menarik pemerintah dalam hal ini Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melawan masyarakat sekitar yang dianggap sebagai perambah hutan.

Sementara di Pringgasela dua kelompok warga berhadap-hadapan. Sekelompok warga menolak keberadaan kelompok warga bernama Assunnah.

a�?a��Ketiganya ini harus dicermati dan diantisipasi,a�? katanya.

Sementara itu, Asisten Satu Pemerintah Lombok Timur, H Hariadi Djuaini yang turut hadir dalam rapat kominda itu memilih untuk tidak berkomentar. Ia yang dimintai keterangan usai kegiatan hanya berlalu meninggalkan media yang sedari tadi menunggu. Ia menolak memberi jawaban posisi pemerintah Lotim dan langkah penyelesaian yang akan diambil.

a�?a��Ada rapat lain di dewan,a�? katanya singkat seraya berlalu. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *