Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Agustus, Inflasi NTB 0,39 Persen

Bagikan

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan Agustus 2015 NTB mengalami inflasi sebesar 0,39 persen. Angka inflasi Provinsi NTB pada bulan Agustus sama dengan angka inflasi nasional yang juga tercatat sebesar 0,39 persen.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyuddin mengatakan, inflasi NTB pada bulan Agustus 2015 sebesar 0,39 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 7,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,41 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,38 persen.

a�?Untuk Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,16 persen,a�? katanya kemarin (1/9).

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS Provinsi NTB, perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukan kenaikan.

Pada bulan Agustus 2015, Provinsi NTB mengalami inflasi sebesar 0,39 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 119,41 pada bulan Juli 2015 menjadi 119,87 pada bulan Agustus 2015.

Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi Provinsi NTB tahun kalender (Agustus 2015 a�� Desember 2015) mencapai 1,55 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Agustus 2015 a�� Agustus 2014) mencapai 5,28 persen.

Jika dirinci menurut kota-kota IHK di NTB, pada bulan Agustus 2015 kelompok komoditas yang memberikan sumbangan inflasi di Kota Mataram adalah kelompok pendidikan, rekreasi.

dan olahraga sebesar 0,45 persen, kelompok makan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen dan kelompok sandang sebesar 0,00 persen.

Sementara itu, kelompok yang memberikan andil sumbangan deflasi di Kota Mataram adalah kelompok perumahan,air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen dan kelompok bahan makanan sebesar 0,04 persen.

Di Kota Bima kelompok yang memberikan andil inflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,32 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

Sedangkan kelompok yang memberikan sumbangan deflasi di Kota Bima adalah kelompok transpor , komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,09 persen dan kelompok sandang sebesar 0,01 persen. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *