Ketik disini

Headline Selong

Kemarau Panjang, PDAM Kewalahan

Bagikan

SELONG – Langit Lombok Timur (Lotim) yang tak kunjung menurunkan hujan membuat PDAM kelabakan. Hingga kini, perusahaan air minum itu sudah kehilangan rata-rata 25 persen debit airnya.

“Bahkan di beberapa mata air, penurunannya sampai 40 persen,a�? kata M Isroi, Direktur PDAM Lotim, kemarin (1/9).

Dia menjelaskan 16 mata air yang digunakan mengaliri 21 ribu penduduk kini tak bisa maksimal. Hitung-hitungannya 30 persen pelanggan yang ada sudah terdampak kekeringan tersebut. Itulah mengapa tak kurang dari 7.000 pelanggan kini harus menerima air dengan secara bergiliran. Ada daerah yang mengalir airnya saat pagi hari saja, ada yang siang, ada pula yang malam.

“Itu satu-satunya cara supaya tetap bisa dapat,a�? jawabnya.

Parahnya lagi, lima persen pelanggan dari Pemongkong, Jerowaru kini sudah tak lagi menerima air. Suplai yang tersisia tak bisa lagi menjangkau kawasan itu, utamanya daerah dataran tinggi. Dengan estimasi kekeringan hingga akhir tahun, bisa jadi jumlah terdampak bertambah luas.

Pihak PDAM bukannya tak berbuat. Salah satu langkah yang diambil dengan menghidupkan pompa di Pancor untuk membantu kawasan Selong. Ada juga rencana pengeboran di Jurit akhir September ini untuk membantu pelanggan di Sakra dan Keruak.

“Kalau itu terjadi, 2.000 warga bisa sedikit terbantu,a�? jawabnya.

Kemarau di Gumi Selaparag tahun ini terbilang cukup parah. Di Jerowaru saja, warga sudah beteriak sedari Juli lalu. Kendati rutin mendapat pasokan bantuan air, hal itu seolah tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia tersebut.

“Kita berharap semua pihak ambil bagian memberikan bantuan,a�? kata Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Lotim H Napsi. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *