Ketik disini

Selong

Tetap Sekolah Solusi Merariq Kodeq

Bagikan

SELONG – Merariq Kodeq alias nikah usia muda yang masih marak terjadi di Lombok Timur haus terus ditekan. Hal itu terbukti memicu beragam masalah dikemudian hari. Mendorong anak-anak untuk terus sekolah setinggi mungkin diyakini menjadi salah satu solusi.

“Kita sedang merintis wajib belajar 12 tahun,a�? kata Bambang Karmeda, Kabid Pendidikan Menengah, Dinas Dikpora Lotim, kemarin (1/9).

Pada Lombok Post ia mengatakan pemerintah pusat sudah mencanangkan hal itu berlaku mulai 2019. Sejak kini, embrio sekolah model sudah ditentukan daerah. Sedikitnya enam sekolah di Selong, Masbagik, Terara, Aikmel, Keruak, dan Pringgabaya sudah ditunjuk sebagai sekolah cluster percontohan.

“Sekarang masih rintisan, tapi itu satu upaya yang kita lakukan,a�? jelasnya.

Ia mengatakan sependapat kalau pernikahan di bawah umur harus terus ditekan. Sekolah menurutnya punya peran penting akan hal itu. Dan dengan aturan baru tersebut, semakin banyak anak terselamatkan karena harus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu.

“Saya kira semua pihak sepakan untuk bersama enekan itu,a�? katanya.

Sebelumnya H Suroto, Kepala Badan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Lotim, mengatakan 27,6 persen pernikahan yang tercatat di Lotim merupakan pernikahan di bawah umur 19 tahun. Hal itu menjadi dilema karena beragam masalah yang ditimbulkan dikemudian hari.

Ketidak siapan pasangan muda kerap membuat rumah tangga berantakan di tengah jalan. KDRT, penelentaran anak menjadi hal yang kerap ditemui. Hal itu juga memicu kawin cerai yang tinggi di daerah ini. Belum lagi dampak ekonomi yang menciptakan keluarga miskin baru karena minimnya perencanaan.

“Itulah mengapa kita sebut Keluarga Berencana (KB), artinya keluarga yang direncanakan dengan matang,a�? ujarnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *