Ketik disini

Praya

Tiga Anggota BIN Gadungan Diringkus

Bagikan

PRAYA – Program minggu militer yang digalakkan Korem 162/Wira Bhakti di empat kabupaten di NTB, yang dianggap rawan membuahkan hasil. Mereka menciduk tiga orang yang mengaku anggota Badan Intelejen Negara (BIN). Selain itu TNI AD menyita 24 senjata api (senpi) rakitan, jenis pistol dan laras panjang.

a�?Untuk BIN gadungan kami tangkap di Lotim. Sementara, 24 senpi rakitan di Dompu,a�? kata Danrem 162/WB Kolonel CZI. Lalu Rudy Irham Srigede, kemarin usai menutup giat minggu militer di lapangan Mujur.

Penangkapan anggota BIN gadungan, terang Rudy dilaksanakan Kamis (27/8) malam, sekitar pukul 20.00 Wita di Sambalia, Lotim. Mereka yang mengaku BIN tersebut, merupakan pensiunan TNI dan warga biasa. Persembunyian mereka diperoleh dari informasi saat melaksanakan giat minggu militer.

Alhasil, pihaknya memerintahkan intel dibantu Babinsa, mendalami informasi yang dimaksud. Hingga, diciduk tiga orang pelaku. Modusnya, kata Rudy mereka melakukan perekrutan anggota BIN. Dengan syarat menyerahkan fotokopy KTP, Kartu Keluarga (KK) dan menyerahkan uang pendaftaran sebesar Rp 300 ribu per orang.

Saat ditangkap pelaku mengaku telah menipu korbannya sebanyak 30 orang. Ketiganya pun, langsung digelandang ke Polres setempat.

a�?Sempat polisi menolak penyerahan pelaku dan laporan kami. Alasan, tidak cukup bukti,a�? bebernya.

Namun, ungkap Rudy anggota menyerahkan bukti berupa 171 berkas pendaftaran BIN, dibarengi dengan tiga pelaku.

a�?Korbannya rata-rata warga yang jauh dari pusat informasi, tidak berpendidikan, desa dan dusun terpencil,a�? ujarnya.

Dikatakannya, di tempat yang berbada, dalam agenda yang sama. TNI juga berhasil menyita 24 pucuk senpi rakitan jenis pistol dan laras panjang dan puluhan peluru di Dompu.

a�?Warga yang menyerahkan secara sukarela senpi itu. Inilah manfaat dari minggu militer,a�? katanya.

Untuk itulah, Rudy memastikan program minggu militer akan dilaksanakan pada minggu ke empat setiap bulannya. Kodim 1620/Loteng pun dijadikan percontohan dalam giat yang dimaksud. Karena, selama program itu dijalankan, aksi kejahatan baik begal, perampokan dan penjambretan dapat diminimalisir.

a�?Alhamdulillah, sekarang tidak ada lagi kita dengar gangguan keamanan di wilayah selatan Loteng. Sehingga, serbuan teritorial ini sangat bermanfaat, dalam rangka keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),a�? katanya.

Khusus di wilayah selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna itu, pihaknya mengaku telah menyampaikan kepada bupati dan dewan, untuk mendukung dan melaksanakan program keamanan. Sayangnya, eksekutif dan legislatif yang dimaksud tidak merespon. Namun TNI berinisiatif tetap turun.

a�?Anggota yang bermalam di rumah-rumah warga itu, saya siapkan uang lauk pauknya. Dengan harapan, mereka tidak boleh membebani masyarakat. Faktanya dilapangan, masyarakat justru antusias menerima mereka dengan sukarela,a�? klaim Danrem.

Dia menambahkan, agar masyarakat di seluruh kabupaten/kota di NTB tidak perlu takut menyampaikan informasi sekecil apa pun menyangkut urusan keamanan. Setiap warga negara berhak menangkap pelaku kejahatan. Namun, penindakannya, penyelidikan dan penyidikan ada ditangan kepolisian.

a�?Jangan mudah percaya dengan iming-iming atau tawaran yang menggiurkan. Jika ragu-ragu, sampaikan saja ke kami atau kepolisian dan atau pun aparatur pemerintah desa serta kecematan,a�? seru Rudy.

Hal yang sama dikatakan Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Arie Tri Hedhianto. Dia merasa situasi Kamtibmas di luar dan di dalam obyek wisata di wilayah selatan mulai pulih. Ditandai dengan peningkatan kunjungan wisatawan asing dan nusantara. a�?Jika ada yang mengganggu keamanan, maka akan berurusan dengan saya,a�? tegasnya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *