Ketik disini

Praya

Akhirnya, Loteng Bayar Hutang PJU

Bagikan

PRAYA – DPRD Lombok Tengah (Loteng) menyetujui anggaran Rp 9 miliar, untuk pembayaran penerangan jalan umum (PJU). Jumlah itu juga termasuk pembayaran hutang PJU yang mencapai Rp 3,2 miliar. Tunggakan ini sendiri membuat jalanan Loteng gelap gulita karena PLN memutus jaringan listrik sejak Juni lalu.

a�?Kami merasa malu mendengar dan membaca dari media masa, bahwa Pemkab menunggak bayar PJU,a�? kata anggota Komisi III DPRD Loteng M Tauhid pada Lombok Post, kemarin (2/9).

Atas dasar itulah, seluruh anggota dewan menyetujui anggaran pembayaran PJU setiap bulan beserta tunggakannya. Bahkan, melebihi usulan awal.

a�?Kami tidak ingin mendengar lagi, tonggakan JPU itu. Masak, kita punya belanja daerah sebesar Rp 1,6 triliun lebih, tidak sanggup bayar listrik. Itu namanya memalukan,a�? sindirnya.

Karena, menurut Tauhid permasalahan semacam itu hanya terjadi di Loteng. Di kabupaten/kota lain di NTB tidak ada.

a�?Eksekutif harusnya belajar dari kabupaten/kota lain di NTB. Kok bisa mereka tidak menonggak pembayaran JPU itu. Jangan kita dibuat malu gara-gara urusan kecil,a�? ujarnya.

Dikatakannya, kebiasaan tunggakan listrik setiap tahunnya itu, membuat dewan mengevaluasi kinerja pemkab. Khususnya urusan rumah tangga dan umum. Dewan mengeluarkan keputusan bahwa urusan kelistrikan daerah diambil alih Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM.

a�?Kedepan, PLN tidak lagi berurusan dengan sekretariat daerah. Tapi, langsung ke Dinas PU dan ESDM. Semoga ditangan PU dan ESDM, tidak ada lagi, kami dengar tunggakan PJU. Karena itu memalukan,a�? tegasnya.

Dia menekankan, begitu pemerintah membayar tunggakan PJU, PLN diharapkan kembali menerangi jalan. Karena, kebutuhan PJU untuk saat ini sangat penting, apalagi menghadapi Pilkada.

a�?Kalau sudah suasananya terang benderang, paling tidak kita bisa membaca dan mengetahui mana lawan dan kawan dalam pesta demokrasi ini,a�? ujarnya sembari senyum.

Menanggapi hal itu, kepala PLN Rayon Praya, Lalu Muliadi berterima kasih kepada legislatif dan eksekutif. Dia berharap, pengalaman sebelumnya dapat dijadikan pelajaran berharga, agar tidak terulang kembali.

a�?Kami memang terpaksa memadamkan PJU, dari pada kami rugi,a�? katanya.

Setiap bulan Loteng membayar PJU sekitar Rp 560 juta. Agar beban pemda tidak bertambah berat PLN menyarakan Loteng menggunakan lampu hemat energi.

a�?Yang jelas, setiap bulannya kami membayar pajak penerangan jalan yang disetor ke Dispenda sebesar Rp 1 miliar. Jadi, harus ada keseimbangan antara hak dan kewajiban,a�? ujarnya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *