Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Peternak Berharap Ada Pengolahan Pakan di NTB

Bagikan

MATARAM – Kenaikan harga daging ayam potong di pasaran, merupakan imbas dari pengurangan bibit ayam yang dilakukan peternak unggas secara nasional. a�?Kami sepakat pengurangan bibit sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu, dampaknya baru terasa sekarang,a�? kata Sekretaris Umum Asosiasi Perunggasan NTB Mufti kemarin (2/9).

Mufti menjelaskan, pengurangan bibit ayam karena menilai harga ayam sebelumnya tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Membengkaknya biaya operasional, lanjut Mufti, salah satunya dipicu pakan ternak yang masih impor.

Padahal dari segi bahan baku, di NTB sangat melimpah. Karenanya dia berharap, pemerintah daerah dapat mendirikan pabrik pakan ternak sendiri didaerah.

a�?Kalau tidak bisa buat pabrik skala besar, cukup yang sedang atau kecil saja. Bisa diolah menggunakan teknologi molen, asalkan konsentrat pakannya dikirim ke NTB,a�? terangnya.

Menurutnya solusi ini cukup efektif. Dengan adanya pengolahan pakan di daerah, peternak NTB tidak perlu mengeluarkan biaya operasional lebih besar untuk pakan. Hanya dengan mendatangkan konsentratnya ke daerah, kemudian diolah dengan teknologi molen sudah cukup memenuhi kebutuhan pakan daerah. Terpenting harga pakan lokal jauh lebih murah ketimbang impor.

a�?Dengan mengolah sendiri, petani jagung juga tidak perlu khawatir harga jagung jatuh. Pemerintah daerah bisa menentukan harganya,a�? ujarnya.

Usulan untuk mengganti pakan dengan bahan baku lain dinilainya, tidak bisa dilakukan. Jika itu dilakukan, peternak bisa merug, sebab komposisi protein menjadi tidak seimbang.

a�?Kami sudah pernah mencoba, semula ayam beratnya 2,2 kilogram (kg) diganti dengan pakan lain, beratnya turun,a�? tutup Mufti. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *