Ketik disini

Selong

Khawatir Budaya Sasak Hilang

Bagikan

SELONG – Perkembangan zaman yang terus bergerak mengkhawatirkan sejumlah kalangan akan masa depan budaya lokal. Jika tak dijaga dengan baik, bukan tak mungkin beragam kebudayaan, adat istiadat, serta tradisi yang kini masih dijumpai hanya tinggal cerita.

a�?a��Kita perlu dorong awik-awik (aturan adat, Red) untuk mengatur beragam hal, sekaligus menjaga sisa kebudayaan kita,a�? kata Kadis Budpar Lotim, H Khairil Anwar Mahdi, pada Lombok Post.

Menurutnya dengan awik-awik itu bisa diatur beragam hal berdasar kesepakatan adat yang tak harus tertulis rinci seperti peraturan resmi. Namun dengan demikian ada dasar yang bisa dijadikan pijakan untuk mengembangkan dan menjaganya.

a�?a��Misalnya nyongkolan, awik-awik itu mengatur tata cara prosesi kegiatan itu,a�? katanya memberi contoh.

Semangat mempertahankan kebudayaan Sasak menurut Mariin, koordinator seni Peresean Lotim memang perlu digelorakan. Dari waktu ke waktu ia mendapati perubahan yang bermuara pada hilangnya akar budaya nenek moyang.

Dalam peresean misalnya, kini pihak yang hendak menyelenggarakan kegiatan sangat kesulitan akibat beragam kendala. Mulai dari kesulitan mencari sponsor, kurangnya animo masyarakat, hingga penerus yang semakin sedikit.

a�?a��Jangan sampai budaya-budaya yang ada di Lombok ini tinggal nama nantinya,,a�? ungkapnya.

Muhir, pemerhati budaya Sasak mengatakan, generasi penerus harus disadarkan akan warisan budaya nenek moyang. Hal itu bisa maksimal jika pemerintah turut serta memberikan dukungan sebesar-besarnya.

Unsur sekolah menurutnya harus dilibatkan untuk terus membina. Disamping itu, para pelaku perlu terus mengadakan berbagai kegiatan terkait pementasan budaya-budaya yang kini mulai jarang ditemui.

a�?a��Pemerintah juga jangan pelit untuk mendukung lah,a�? katanya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *